PRINGSEWU (28/1/2026) - Sebuah rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Polsek Pringsewu Kota, Pringsewu Barat, terbakar di siang bolong pada Rabu, 28 Januari 2026. Warga sekitar sempat panik karena takut api melebar ke rumah lainnya.
Komandan Damkar Tim Mako Pemda Pringsewu, Albi Setia Pradana, menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 14.35, menghanguskan rumah milik Yurita, juga warga Jalan Polsek Pringsewu Kota.
Albi memperkirakan api berasal dari korsleting listrik, yang menjalar ke bagian atap, dan menghanguskan isi rumah berukuran 9 x 15 meter persegi tersebut.
Damkar Pringsewu mengerahkan 1 unit mobil dan sembilan pesonil ke lokasi. Berhasil memadamkan api dalam tempo 10 menit dan mendinginkannya sejam kemudian.
Albi memperkirakan kerugian Yurita, pemilik rumah, mencapai 70 juta rupiah.
NEGERI KATON (27/1/2026) – Baru dibangun dua bulan, jalan hotmix di Dusun 1, Desa Bangunsari, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran, sudah rusak. Anggaran pembangunannya berasal dari Pemerintah Kabupaten, hasil serapan aspirasi seorang anggota DPRD setempat.
Sejumlah warga sekitar menyebut pembangunan jalan di kawasan itu mencapai dua titik. Mereka tidak mengenal pemborongnya, karena berlangsung super kilat pada akhir Tahun 2025 yang lalu, dan tanpa plang nama.
Lewat WhatsApp, Kepala Dusun 1 Bangun Sari, Bangkit Samiaji, membenarkan kedua jalan dibangun Pemkab Pesawaran pada akhir tahun 2025, tetapi tidak mengetahui siapa pemborongnya.
Beberapa warga lain mengaku pernah melihat anggota DPRD Pesawaran berinisial JPW memeriksa pembangunan jalan tersebut, karena kabarnya diajukan oleh partainya ke dinas terkait di Pemkab Pesawaran.
Wakil Ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir, saat ditemui pada Rabu, 7 Januari yang lalu, membenarkan jalan tersebut dibangun karena serapan aspirasi salah seorang anggotanya dari Fraksi Nasdem.
Namun, saat dikonfirmasi lagi lewat telepon pada Rabu, 28 Januari 2026, Nasir tidak lagi mengetahui apakah jalan tersebut serapan aspirasi salah seorang anggotanya atau tidak.
Meski demikian, ia tidak menyalahkan JPW, salah seorang anggota DPRD dari fraksinya, mengecek pembangunan jalan saat belum dimulai atau saat proses, jika pembangunan jalan tersebut serapan aspirasi wakil rakyat.
NEGERIKATON (28/1/2026) – Dua kandidat akan bersaing dalam pemilihan kepala desa pergantian antarwaktu (PAW) Desa Bangunsari, Kecamatan Negerikaton, Pesawaran. Panitia telah menetapkan dua calon sekaligus undian nomor urut, Rabu 28 Januari 2026.
Haji Tri Suyanto ditetapkan sebagai calon dengan nomor urut 1 dan Sumari nomor urut 2. Keduanya akan bertarung dalam pemilihan Rabu 4 Februari 2026 dengan 150 mata pilih tersebar di 13 RT meliputi enam dusun.
Haji Tri Suyanto berprofesi PNS Dinas Kesehatan dan pemilik Klinik Asa Ibu Medika Bangunsari, Lampung Tengah. Ia merupakan tokoh kharismatik, berjiwa sosial, dan dekat dengan masyarakat. Calon nomor urut 1 berharap dukungan pemilih dengan motivasi membawa kemajuan Bangunsari.
Sumari juga mengharapkan dukungan warga untuk mewujudkan kebangkitan dan pembangunan Bangunsari. Calon nomor urut 2 ini berprofesi petani . Ia pernah menjabat kepala dusun dan kalah dalam pilkades sebelumnya.
Penjabat Kepala Desa Bangunsari Ester mengajak warga tetap menjaga persatuan dan kerukunan meski berbeda pilihan. Ia mengharapkan kepala desa periode 2026-2031 mengemban amanah dan pro kepentingan rakyat.
KATIBUNG (28/1/2026) – Seorang lansia menderita kelumpuhan dan terbebani anak pengidap gangguan jiwa. Pria ini membutuhkan bantuan biaya pengobatan setelah terbaring tak berdaya selama enam tahun.
Lansia bernama M. Muslih Joko Waluyo, warga Dusun Bangunrejo, Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, tergolek tanpa daya akibat kelumpuhan. Penderitaan ini ditambah gejala sesak nafas hampir setiap hari.
Tubuh tidak mampu bergerak selama bertahun-tahun. Ketika sesak nafas menyerang, istrinya rajin mengompres bagian dada dengan air hangat.
Muslih awalnya menderita sakit darah tinggi. Kondisi kesehatan terus memburuk hingga mengalami kelumpuhan total. Keluarga membawanya ke puskesmas dan mendapatkan rujukan pengobatan ke Rumah Sakit Abdul Muluk Bandarlampung.
Proses pengobatan tidak dapat berjalan optimal karena faktor ekonomi dan beban domestik. Sejak mengalami kelumpuhan, urusan nafkah rumah tangga beralih ke istri yang bekerja serabutan dengan pekerjaan tidak menentu dan penghasilan pun tidak seberapa.
Beban penderitaan keluarga Muslih makin berat mengingat salah satu anaknya mengalami gangguan jiwa. Istri tidak mungkin memenuhi biaya pengobatan rutin sambil menjaga atau perawat suami di rumah sakit. Apalagi sang anak di rumah juga butuh perhatian.
Muslih pernah menjalani operasi medis di Bandarlampung. Proses medis baru sekali langsung terhenti karena kendala biaya pengobatan, transportasi maupun logistik.
Pria lumpuh ini mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah serta dermawan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan optimal sampai sembuh.
KRUI (27/1/2026) – Sebanyak 65 tim SSB dan sekolah mengikuti turnamen sepakbola Dispora Cup di Lapangan Merdeka Pekon Kampung Jawa, Pesisir Barat. Seluruh peserta ditarik biaya pendaftaran Rp250 ribu.
Dispora Cup sudah dibuka Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan pada 25 Januari 2026. Turnamen ini menjadi sorotan warga karena Dinas Pemuda Dan Olahraga menarik uang pendaftaran masing-masing Rp250 ribu.
Warga mempertanyakan sebuah turnamen mengatasnamakan Dinas Pemuda dan Olahraga justru membebankan biaya kepada peserta. Padahal, Dispora bertugas melakukan pembinaan, penyediaan fasilitas, dan pengembangan olahraga, bukan sebaliknya memungut biaya dari klub atau atlet.
Warga senang anaknya berkesempatan mengikuti turnamen sepakbola. Namun, mereka meminta penjelasan Dispora atas penarikan biaya pendaftaran tersebut.
Sekretaris Dispora Pesisir Barat Syarif Husin menjelaskan turnamen sepakbola ini diikuti 65 tim SSB dan sekolah di Pesisir Barat. Peserta terbagi menjadi empat kelompok usia yaitu U-10, U-13, U-15 hingga U-17 masing-masing sebanyak sembilan tim, 17 tim, 17 tim dan 22 tim.
Syarif Husin membenarkan penarikan biaya pendaftaran Rp250 ribu. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan atlet dan mencari bibit-bibit unggul di Pesisir Barat.
ABUNG SELATAN (27/1/2026) – Suasana duka menyelimuti rumah Praka Ari Kurniawan di Desa Kalibening Raya, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, Selasa 27 Januari 2026. Keluarga menanti kedatangan jenazah prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir Beruang Hitam.
Praka Marinir Ari Kurniawan gugur karena tertimbun tanah longsor saat mengikuti latihan militer di kawasan Cisarua, Jawa Barat. Peristiwa tragis tersebut merenggut 23 nyawa prajurit termasuk Praka Marinir Ari Kurniawan yang dikenal berdedikasi dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat di kampung halaman.
Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di rumah duka Rabu 28 Januari 2026 sekitar jam 10 pagi untuk sebelum dimakamkan di permakaman keluarga. Pemakaman dengan upacara militer sebagai penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Almarhum merupakan prajurit Yonif 9 Marinir Beruang Hitam Lampung yang tengah mengikuti latihan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Karangan bunga ucapan belasungkawa memenuhi halaman rumah. Warga berdatangan, menundukkan kepala, dan larut dalam kesedihan. Praka Marinir Ari Kurniawan dikenal sebagai pribadi ramah, bersahaja, mudah bergaul, dan penuh kehangatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam.
Keluarga berkomunikasi terakhir pada Kamis malam, beberapa saat sebelum musibah tanah longsor. Almarhum sempat menanyakan kabar orangtuanya. Keluarga hendak melakukan panggilan video, namun tidak memungkinkan karena Praka Marinir Ari Kurniawan berada di hutan dengan kondisi minim penerangan.
Pria kelahiran 1999 itu meninggalkan seorang istri bernama Intan yang tengah mengandung anak pertama berusia tujuh bulan. Praka Marinir Ari Kurniawan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Wawi dan Sumarpin. Adiknya sedang menempuh pendidikan Angkatan Laut di Surabaya.
Prosesi pemakaman mundur dari rencana Selasa 27 Januari 2026 menjadi Rabu pagi. Keluarga mendapat kabar pemulangan jenazah dengan pesawat terbang terkendala cuaca. Jenazah masih berada di Jakarta.
Dari 23 prajurit marinir yang tertimbun longsor, empat orang gugur. Dua di antaranya telah dimakamkan di kampung halaman masing-masing, yakni Praka Muhammad Kori di Lampung Timur dan Serda Sidiq Hariyanto di Kotabumi, Lampung Utara.
KATIBUNG (27/1/2026) – Seorag pria pengidap gangguan jiwa suka mengamuk dan meresahkan warga Dusun Sukadamai, Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Polisi bersama petugas puskesmas berhasil membujuknya untuk dibawa ke rumah sakit jiwa.
Warga melaporkan pria gangguan jiwa bernama AH mengamuk keluarga sendiri serta mengejar-ngejar siapapun melintas dekat rumahnya. Ulah pria ini sangat meresahkan terutama bagi kaum wanita dan anak-anak. Mereka berlarian menghindar karena khawatir dilukai atau jadi sasaran amuk.
Polsek Katibung berkoordinasi dengan puskesmas segera mendatangi lokasi. Petugas coba menenangkan dan membujuk AH secara persuasif hingga pria ini bisa dibawa ke RumahSakit Jiwa Kurungan Nyawa di Pesawaran.
Anggota Polsek Katibung, Aipda Citra Budi Kurniawan, mengatakan petugas cepat turun ke lokasi begitu menerima laporan masyarakat. Pria gangguan jiwa itu sudah dibawa ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan penanganan intensif. Suasana kamtibmas Desa Babatan kembali kondusif.
Ketua RT Sukadamai, Desa Babatan, Hendi, membenarkan amukan salah satu warganya karena mengidap gangguan jiwa. Awalnya hanya mengamuk kepada keluarga tetapi warga pun jadi sasaran. Ia berharap AH cepat ditangani rumah sakit jiwa agar suasana kembali tenang dan aman.
GEDONGTATAAN (26/1/2026) – Masyarakat Adat Way Lima Pesawaran mengancam akan menduduki lahan PTPN 7, jika hingga Maret 2026, perusahaan BUMN itu tidak mengembalikan lahan yang selama ini dikuasai, setelah ditinggalkan perusahaan Belanda.
Para pemuka adat Way Lima, yang terdiri dari Marga Badak, Marga Poetih, dan Marga Limau, menyatakan hal itu, pada Senin, 26 Januari 2026, usai mendatangi Kantor PTPN 7.
Membawa masyarakat, yang tergabung dalam sejumlah organisasi, para pemuka adat juga mengadakan orasi di depan Kantor PTPN 7, sebelum berdialog dengan pimpinan perusahaan perkebunan tersebut.
Dalam orasinya, para wakil organisasi dan pemuka adat kembali menyinggung latar belakang lahan, yang dulu dikontrak oleh perusahaan Belanda dan berakhir pada Tahun 1940.
Para wakil organisasi menyebut HGU tidak dapat dijadikan dasar kepemilikan atas lahan adat. Apalagi luas lahan yang dikuasai melebihi batas HGU, dengan cara menyerobot tanah warga sejak Tahun 1990.
Para wakil organisasi dan pemuka adat juga menyinggung penyewaan lahan masyarakat adat yang disewakan ke pihak lain dan tidak adanya realisasi penyertaan 20 persen kepada masyarakat adat selama PTPN 7 menguasai lahan di Waylima.
METRO KIBANG (26/1/2026) – Isak tangis dan tembakan salvo mengiringi pemakaman kedinasan Prajutir Kepala (Praka) Marinir Muhammad Kori di Desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, Senin sore 26 Januari 2026.
Praka Muhammad Kori gugur terdampak tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jenazah almarhum disambut penghormatan militer dan tembakan salvo sebelum diturunkan ke liang lahat.
Di sisi makam, istri almarhum memeluk erat anak keduanya masih berusia dua tahun. Keluarga, kerabat, dan rekan prajurit larut dalam suasana duka. Momen pemakaman menjadi gambaran nyata kehilangan mendalam, sekaligus penghormatan terakhir bagi pengabdian Praka Muhammad Kori.
Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai sosok sederhana, disiplin, dan sangat mencintai keluarga. Ia selalu menjaga kebersamaan dan taat menjalankan ibadah, baik di rumah maupun lingkungan tugas.
Ibunda almarhum, Samrah, mengaku mendapat firasat kejatuhan cicak sebelum mendapat kabar anaknya gugur dalam latihan karena terdampak longsor. Sebelum berangkat ke Cisarua, almarhum sempat berniat membelikan rumah bagi orang tuanya di Lampung.
Mertua almarhum, Dedi, mengenang menantunya sebagai sosok santun, penyayang keluarga, dan selalu menjaga hubungan hangat dengan semua orang. Kenangan terakhir makan nasi uduk bersama keluarga sebelum keberangkatan latihan.
Praka Muhammad Kori merupakan salah satu dari 23 prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir Beruang Hitam yang tertimbun longsor saat menjalani latihan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini di kawasan Cisarua.
KALIANDA (26/1/2026) – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) merealisasikan pendapatan daerah tahun anggaran 2025 sebesar Rp265,3 miliar. Jumlah ini melampaui target Rp250,7 miliar.
Kepala Badan PPRD Intji Indriati menjelaskan target pajak daerah tahun 2025 sebesar Rp250,7 miliar terealisasi sepenuhnya. BPPRD juga mendapat pajak daerah yaitu opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Rp37,8 miliar. Jumlah ini melampaui target Rp36,5 miliar. Realisasi opsen BBN-KB mencapai 100 persen sebesar Rp31 miliar sampai akhir Desember.
Intji Indriati mengungkap pendapatan daerah ditopang oleh penerimaan lain-lain atau pendapatan yang melebihi target Rp37,8 miliar. Dengan tambahan tersebut, total realisasi pendapatan opsen PKB hingga 30 Desember 2025 mencapai 105 persen.
Dibandingkan target murni Rp250,7 miliar, pencapaian melebihi target kurang lebih Rp265,3 miliar. Kelebihan penerimaan tercatat mencapai Rp14,6 miliar dan angka tersebut diprediksi masih bertambah hingga penutupan tahun anggaran.
Pendapatan pajak hiburan atau tempat wisata mencapai 99,97 persen atau Rp2,89 miliar dari target Rp2,9 miliar. Target keseluruhan Rp262,9 miliar dan target PBB Rp64,4 miliar.
BPPRD menegaskan pemerintah daerah tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada wajib pajak. Keringanan pajak yang diberikan relatif terbatas, dengan fokus membangun kesadaran dan kolaborasi bersama masyarakat dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
WAY JEPARA (26/1/2026) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan konflik gajah dan manusia di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melalui pembangunan batas permanen sesuai masukan warga desa penyangga.
Komitmen itu disampaikan dalam Dialog Gerakan Bersatu dengan Alam dalam rangka Mitigasi Konflik Gajah dan Manusia di Balai Taman Nasional Way Kambas, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Sabtu 24 Januari 2026.
Dialog dihadiri Panglima Kodam Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas Zaidi, dan Kabinda Lampung Suryono.
Gubernur menjelaskan dialog ini menyerap aspirasi, keluhan, dan usulan warga desa penyangga TNWK yang selama puluhan tahun terdampak konflik dengan gajah liar. Masukan masyarakat menjadi dasar perumusan kebijakan mitigasi permanen.
Gubernur menegaskan konflik gajah dan manusia tidak dapat lagi diselesaikan dengan pendekatan sementara. Pemerintah menargetkan pembangunan batas kawasan permanen sepanjang 60–70 kilometer dengan karakter wilayah rawa, sungai hingga tanah keras.
Pangdam Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan kesiapan TNI membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mitigasi konflik, baik melalui karya bakti pembangunan infrastruktur maupun patroli bersama secara humanis.
Konflik manusia dan gajah liar TNWK kembali menelan korban jiwa. Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Darusman, tewas setelah diserang gajah liar pada 31 Desember 2025 saat berupaya menghalau kawanan gajah masuk permukiman.
Kasus tersebut menambah panjang daftar korban konflik manusia dan gajah TNWK. Dua warga tewas diserang gajah pada 2025. Yarkoni, warga Desa Tambah Dadi, Purbolinggo, Lampung Timur, meninggal dunia akibat konflik dengan gajah saat menjaga ladang pada 2022.
Pada 2016, dua warga sekitar Way Kambas juga tewas. Konflik ini juga berdampak pada satwa, dengan dua gajah bernama Dona dan Suli mati karena sakit pada 2025 serta sedikitnya 22 gajah mati akibat perburuan sepanjang 2010 hingga 2021.
WAY SEPUTIH (26/1/2026) – Seorang nelayan hilang setelah jatuh dari kapal di perairan Way Seputih, Lampung Timur, sejak sepekan lalu. Pencarian tim SAR gabungan hingga Senin siang 26 Januari 2026 belum menemukan korban.
Anak buah kapal bernama Hadi Waluyo, 39 tahun, dilaporkan terjatuh dari Kapal Motor Peri Asih. Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian sampai radius beberapa kilometer dari titik kecelakaan. Petugas mengerahkan speedboat, peralatan selam hingga perangkat komunikasi untuk koordinasi lapangan.
Pencarian dari pagi hingga petang selama sepekan masih nihil. Operasi SAR terkendala gelombang tinggi. Sampai hari ketujuh, SAR gabungan melajutkan penyisiran laut berdasarkan SAR Map Prediction dan rencana operasi harian.
Petugas juga menghubungi para nelayan di sepanjang rute operasi SAR. Nelayan diminta memberikan informasi jika menemukan korban.
Komandan Tim Rescue Pos SAR Tulangbawang Zian Fajri menyatakan pencarian intensif sampai hari ini belum menemukan korban. Pencarian berlanjut sesuai rencana operasi, Seluruh unsur SAR tetap bersinergi sambil mengedepankan keselamatan personel dalam menghadapi kondisi cuaca buruk.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tulangbawang, Polairud Way Seputih, TNI Aangkatan Laut Way Seputih serta nelayan setempat.
PAGELARAN (25/1/2026) – Warga Dusun 3 Pasar Pagelaran, Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, sempat panik pada pukul 10 malam Minggu, 24 Januari 2026, gegara asap muncul dari sebuah gedung cokelat di kawasan tersebut.
Saat asap masih sedikit, sebagian warga, sebenarnya sudah mengetahui, namun pagar masuk ke gudang cokelat terlalu tinggi dan terkunci rapat.
Setelah berhasil meneriaki penghuni di dalam gudang, warga baru bisa masuk ke dalam, membawa peralatan apa adanya, meski sekitar 1 ton biji cokelat kering terlanjur musnah.
Usman dan Deni, dua pekerja yang menjembatani warga bisa masuk ke dalam, mengatakan gudang cokelat tersebut milik Ko Engyap, seorang WNI Tionghwa, yang terkenal juga sebagai bos kopi. Karena sudah berusia lanjut, bisnis dijalankan puteranya David.
Kedua pekerja gudang cokelat itu mengatakan, selain menghanguskan sekitar 1 ton cokelat, mesin pengering juga terbakar. Mereka memperkirakan sumber api juga dari sana.
Api berhasil dipadamkan oleh warga sekitar. Petugas Damkar datang hanya untuk mendinginkan ruangan, untuk mencegah api membara kembali.
Setelah berhasil padam, gudang berpagar tinggi itu tertutup rapat lagi, seolah-olah tidak ada kejadian kebakaran di sana.