Pengungkapan ini dilakukan melalui Operasi Intelijen
Keimigrasian yang digelar bersama Kepolisian Resor Pesawaran pada Senin
(2/11/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran petugas, ditemukan dugaan pola
perkenalan antara WNA asal Tiongkok dengan perempuan WNI melalui pihak
perantara. Kedua perempuan tersebut diduga diiming-imingi uang hingga puluhan
juta rupiah dan emas belasan gram.
Setelah itu, korban dinikahi secara siri dan direncanakan
akan dibawa ke Tiongkok.
Saat ini petugas masih mendalami dugaan pemberian uang dan
barang, komunikasi antar pihak, hingga rencana keberangkatan kedua perempuan
tersebut ke Tiongkok.
Pemeriksaan juga mencakup dokumen perjalanan, izin tinggal,
serta kesesuaian maksud dan tujuan kedatangan para WNA selama berada di
Indonesia.
Pemeriksaan terhadap enam orang tersebut telah berlangsung
pada 29 hingga 31 Oktober 2026. Mereka terdiri dari dua WNI berinisial MS (21)
dan STP (19), serta empat WNA asal Tiongkok berinisial SD (39), DC (33), YH
(37), dan ZH (32).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Lampung,
Nur Raisha Pujiastuti, menegaskan bahwa dugaan perkara ini tidak hanya
berkaitan dengan aspek administrasi keimigrasian, tetapi juga menyangkut
perlindungan perempuan dan potensi eksploitasi.
Pihaknya menambahkan, seluruh informasi dan temuan yang
diperoleh masih dalam proses pendalaman, termasuk untuk menelusuri kemungkinan
adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).