Senin, 02 November 2026

 BANDAR LAMPUNG (02/11/2026) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung membongkar dugaan praktik perkawinan pesanan yang melibatkan empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) di Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Pengungkapan ini dilakukan melalui Operasi Intelijen Keimigrasian yang digelar bersama Kepolisian Resor Pesawaran pada Senin (2/11/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran petugas, ditemukan dugaan pola perkenalan antara WNA asal Tiongkok dengan perempuan WNI melalui pihak perantara. Kedua perempuan tersebut diduga diiming-imingi uang hingga puluhan juta rupiah dan emas belasan gram.

Setelah itu, korban dinikahi secara siri dan direncanakan akan dibawa ke Tiongkok.

Saat ini petugas masih mendalami dugaan pemberian uang dan barang, komunikasi antar pihak, hingga rencana keberangkatan kedua perempuan tersebut ke Tiongkok.

Pemeriksaan juga mencakup dokumen perjalanan, izin tinggal, serta kesesuaian maksud dan tujuan kedatangan para WNA selama berada di Indonesia.

Pemeriksaan terhadap enam orang tersebut telah berlangsung pada 29 hingga 31 Oktober 2026. Mereka terdiri dari dua WNI berinisial MS (21) dan STP (19), serta empat WNA asal Tiongkok berinisial SD (39), DC (33), YH (37), dan ZH (32).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Lampung, Nur Raisha Pujiastuti, menegaskan bahwa dugaan perkara ini tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi keimigrasian, tetapi juga menyangkut perlindungan perempuan dan potensi eksploitasi.

Pihaknya menambahkan, seluruh informasi dan temuan yang diperoleh masih dalam proses pendalaman, termasuk untuk menelusuri kemungkinan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

 

DANDI SUCIPTO

POHON KELAPA ROBOHKAN DUA RUMAH DI KOTA AGUNG

 TANGGAMUS (02/11/2026) -  Nasib pilu menimpa dua keluarga di Kota Agung. Rumah yang menjadi tempat berteduh dan membesarkan anak-anak mereka kini hancur berantakan setelah tertimpa pohon kelapa yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu langit mendadak gelap, hujan turun sangat deras disertai angin yang meraung kencang.

Pohon kelapa tua yang tinggi di belakang rumah Sudirman (46) tak kuat menahan terjangan angin hingga batangnya patah. Sempat tersangkut di pohon durian, namun akhirnya lepas dan menghantam dengan keras.

Rumah Sudirman menjadi korban pertama. Atap sengnya langsung ringsek tertimpa batang pohon yang besar. Tak berhenti di situ, pohon itu juga menimpa dapur rumah tetangganya, Bu Asih.

Saat kejadian, Sudirman sedang berada di dalam rumah bersama anaknya. Mendengar angin kencang, ia panik dan langsung memeluk anaknya lalu berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Hal serupa dialami Bu Asih. Ia sedang berada di kamar mandi, lalu suaminya berteriak memanggilnya untuk segera keluar bersama anaknya.

Kini yang tersisa hanya puing-puing. Rumah Sudirman rusak hampir 70 persen, atap seng hancur, pintu jebol, kaca pecah, kursi dan lemari pakaian hancur. Sementara rumah Bu Asih rusak di bagian atap dapur.
Keduanya hanya bisa duduk termenung di depan rumah yang porak-poranda, menatap sisa bangunan dengan mata berkaca-kaca, bingung harus memulai dari mana lagi.



HARDI SUPRAPTO

Penganiaya di Lampung Timur Ditangkap Setelah Korban Meninggal di Kafe

 LAMPUNG TIMUR (02/11/2026) -  Seorang pria berinisial R (28) ditangkap jajaran Polres Lampung Timur terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di sebuah kafe di Kabupaten Lampung Timur.

Kapolsek Pasir Sakti, AKP Ahmad Mardiansyah Putra mengatakan, pelaku diamankan di Dusun Muara Belukang, Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, pada Kamis (29/10/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

"Pelaku diamankan setelah pihak keluarga bersama kepala desa menyatakan kesediaan untuk menyerahkan tersangka kepada polisi," ujar AKP Ahmad Mardiansyah, Jumat (30/10/2026).

Peristiwa tersebut bermula saat korban Randi Pratama (27) datang bersama dua rekannya ke kafe milik pelaku pada Kamis dini hari. Setelah selesai, korban melakukan pembayaran tagihan makan sebesar Rp700 ribu.

Korban membayar melalui transfer sebesar Rp1 juta. Namun menurut keterangan, dana yang diterima hanya Rp1.000. Istri pelaku kemudian menghubungi korban untuk meminta klarifikasi dan memintanya kembali ke kafe.

Pertemuan untuk klarifikasi pembayaran tersebut berujung cekcok antara korban dengan istri pelaku. Pelaku yang melihat kejadian itu kemudian melakukan penyerangan terhadap korban.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Lampung Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut




ADI SUSANTO. 

Sabtu, 31 Oktober 2026

Tiket STNK Hangus Terbakar, Klaim Korban KMP Batu Mandi Dipersulit ASDP

 LAMPUNG SELATAN (31/10/2026) -  Niatnya berangkat gagah membawa nama Lampung untuk pentas Tari Gandrung di Banyuwangi, Jawa Timur bersama dua anak didiknya, justru berakhir jadi petaka di atas KMP Batu Mandi yang terbakar pada 21 Oktober lalu dalam pelayaran Bakauheni - Merak.

Saat alarm bahaya meraung, ia tahu maut sedang dekat. Ia berlari menggandeng dua anak didiknya ke dek atas mencari pelampung, namun pelampung sudah habis direbut penumpang lain yang panik. Asap hitam pekat membubung, ledakan demi ledakan terdengar dari perut kapal. Hanya doa yang bisa ia panjatkan sambil memeluk anak didiknya agar tak terpisah.

Beruntung, ketiganya berhasil melompat ke sekoci penyelamat. Begitu kaki menginjak kapal penyelamat di tengah laut, Purnomo langsung sujud syukur. Nyawa selamat, tapi tidak dengan harapan.

Seluruh kostum Tari Gandrung kebanggaannya, yang ia jahit dan rawat bertahun-tahun dengan susah payah, hangus menjadi abu. Uang tunai untuk bekal pentas dan barang berharga lainnya pun ludes dilalap api. Kerugian Rp16 juta itu bukan sekadar angka, itu adalah keringat dan mimpinya yang ikut terbakar.

Kepedihan kian dalam saat ia mengurus ganti rugi ke PT ASDP Bakauheni. Ia justru kebingungan dimintai bukti tiket dan STNK, padahal semua dokumen itu sudah hangus bersama kendaraan di dalam kapal. Ia hanya memegang luka dan trauma, terutama trauma mendalam yang dialami dua anak didiknya.

Kini, ia hanya bisa menunggu dengan mata berkaca-kaca, berharap ada keadilan dan ganti rugi yang sepadan untuk kostum tari dan uang yang telah hilang di lautan api itu.



ROY SHANDY

Jumat, 30 Oktober 2026

Kejari Lampung Selatan Musnahkan Barang Bukti 143 Perkara Inkrah

 LAMPUNG SELATAN (30/10/2026) -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan memusnahkan barang bukti dari 143 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Rabu (19/11/2025).

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor Kejari Lampung Selatan dan disaksikan unsur Forkopimda, mulai dari Kapolres Lampung Selatan, perwakilan Pengadilan Negeri Kalianda, Kalapas, BNN, Dinkes, Kodim, hingga Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Kepala Kejari Lampung Selatan, Firman Ide Amin, S.H., mengatakan barang bukti tersebut berasal dari perkara periode Mei hingga September 2026 yang didominasi kasus narkotika.

Adapun barang bukti narkotika yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 38,38 kilogram, ganja 1,23 kilogram, 56 butir ekstasi, dan 1.349 cartridge vape mengandung zat etomidate.

Selain itu, turut dimusnahkan barang bukti lain seperti uang palsu Rp1,2 juta, senjata api rakitan jenis revolver, senjata api mainan, empat butir amunisi, 10 senjata tajam, enam timbangan digital, 10 alat hisap bong, empat unit handphone, 148 potong pakaian, 32 tas, serta sejumlah barang pendukung tindak pidana lainnya.

Firman menegaskan, pemusnahan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kejaksaan dalam melaksanakan putusan pengadilan yang telah inkrah, sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas.

Ia juga menyoroti maraknya modus peredaran zat berbahaya, termasuk etomidate dalam cairan vape, yang penanganannya dilakukan sesuai prosedur hukum.

Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi lintas instansi dan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.



ADHE KOLA

Gubernur Lampung Dorong Desa Mulang Maya Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

 LAMPUNG UTARA (30/10/2026) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Desa Mulang Maya di Kotabumi Selatan, Lampung Utara, untuk tumbuh sebagai destinasi wisata budaya. Ia ingin tradisi leluhur tetap hidup, sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi warga.

Menurutnya, desa wisata tidak bisa hanya mengandalkan panggung kesenian. Kuncinya ada pada tiga hal yang berjalan bersamaan: budaya yang dilestarikan, masyarakat yang diberdayakan, dan produk lokal yang diperkuat. Dengan begitu, potensi wisata bisa tumbuh berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Gubernur yang akrab disapa Mirza saat kunjungan kerja ke Desa Mulang Maya, Kamis (29/10/2026) pagi. Ia datang bersama jajaran Pemprov Lampung, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Wakil Bupati Romli, serta Forkopimda.

Mulang Maya sendiri merupakan satu dari 15 desa wisata budaya di Lampung. Status tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan tradisi Lampung ke khalayak yang lebih luas.

Kedatangan rombongan disambut hangat dengan tarian adat, atraksi pencak silat, dan tabuhan cerik, musik khas daerah. Sambutan itu menjadi gambaran betapa kayanya modal seni dan tradisi yang dimiliki desa ini.

Pemprov Lampung ingin Mulang Maya tidak berhenti sebagai tempat singgah. Desa ini diharapkan menjadi ruang belajar budaya, tempat nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun bisa benar-benar dirasakan pengunjung.

Selama ratusan tahun, budaya Lampung telah menjadi perekat persatuan dan perdamaian. Karena itu, pelestariannya perlu terus diperkuat, terutama dengan melibatkan generasi muda agar tidak hilang oleh zaman.

Pengembangan ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman lintas suku tentang falsafah hidup masyarakat Lampung. Nilai-nilai lokal tersebut diharapkan menjadi identitas bersama di tengah arus globalisasi.

Ke depan, program yang disiapkan akan fokus pada pelestarian budaya, pemberdayaan warga, dan peningkatan kualitas pariwisata. Konsepnya tidak hanya menampilkan kesenian, tapi juga mengajak wisatawan menyelami sejarah dan cara hidup masyarakat Mulang Maya di masa lalu.

Pendekatan seperti itu yang akan menjadi pembeda, sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal Lampung lebih dekat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga menyempatkan meninjau stan UMKM. Beragam produk khas ditampilkan, mulai dari kain tradisional, kikat, baju adat Lampung, aneka kuliner, kue, hingga suvenir.

Produk lokal ini menjadi penopang penting bagi desa wisata. Selain memperkaya pengalaman wisatawan, UMKM juga mendapat panggung promosi yang lebih luas.

Jika dikembangkan secara terarah dan melibatkan warga, Mulang Maya diyakini bisa memberi manfaat ganda: menjaga warisan leluhur tetap lestari, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.



ADI SUSANTO

Lima Rumah Ludes Dilalap Api , Pemkab Lambar Gercep Turun Salurkan Bantuan

 LAMPUNG BARAT (30/10/2026) -  Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga di Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kamis (29/10/2026).

Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin bersama sejumlah kepala perangkat daerah turun langsung meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan.
Kebakaran yang terjadi Kamis dini hari itu menghanguskan lima rumah milik Mat Yakin, Edison, Gustiawan, Bajuri, dan Yandi. Kerugian material ditaksir mencapai Rp1,8 miliar.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Saksi mata mengetahui api sudah membesar di dalam rumah sekitar pukul 02.00 WIB.

Petugas Damkar Lampung Barat yang menerima laporan langsung melakukan pemadaman. Sempat terjadi kendala karena mesin pompa air terhenti. Api baru berhasil dipadamkan setelah lebih dari tiga jam dengan bantuan masyarakat.

Pemkab Lampung Barat menyalurkan bantuan berupa kasur, matras, selimut, pakaian anak, makanan siap saji, mi instan, beras, minyak goreng, sarden, roti, dan susu.
Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat turut berbelasungkawa. Semoga para korban diberikan ketabahan. Kami imbau masyarakat memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman," ujarnya.

Sementara itu, terkait dugaan kekerasan terhadap petugas Damkar dan perusakan kendaraan dinas saat penanganan di lokasi, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan dengan komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan.
Pemkab Lampung Barat juga akan melakukan evaluasi terhadap kesiapan personel dan armada Damkar guna meningkatkan pelayanan penanganan bencana.



LILIANA PARAMITHA

Kamis, 29 Oktober 2026

Sinergi Polisi dan Warga Ungkap Tanaman Diduga Ganja di Katibung Lampung Selatan

 LAMPUNG SELATAN (29/10/2026) -  Sinergi antara polisi dan masyarakat mengungkap temuan tanaman yang diduga ganja di sebuah ladang warga di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (26/10/2026).
Temuan tersebut berawal dari informasi warga yang diterima Polsek Katibung.
Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Katibung bersama personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi.Pengecekan dilakukan di ladang milik warga berinisial R dengan didampingi Kepala Dusun Sebalang, Nur Alim.
Di lokasi, petugas menemukan satu batang tanaman yang diduga ganja setinggi sekitar satu meter yang ditanam di dalam pot.
Kasat Resnarkoba Polres Lampung Selatan, Iptu Rosali, S.H., M.H., membenarkan adanya temuan tersebut.
"Adanya temuan satu batang ganja di kebun ini masih dalam tahap penyelidikan siapa pemiliknya, karena pemilik kebun pun belum tahu siapa yang meletakkan pot berisi tanaman satu batang ganja tersebut. Sementara masih dilakukan penyelidikan," ujar Iptu Rosali.
Menurutnya, pemilik lahan mengaku tidak mengetahui asal-usul tanaman tersebut.Saat ini polisi masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan pemilik lahan dan saksi-saksi lain.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan terkait kamtibmas dan penyalahgunaan narkotika melalui Call Center 110 atau Bhabinkamtibmas setempat.





ROY SHANDY

Bongkar Mafia Solar di Jalinsum Katibung, Polisi Sita 240 Jeriken BBM Subsidi

 LAMPUNG SELATAN (29/10/2026) -  Polres Lampung Selatan mengungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Selasa (27/10/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita 240 jeriken solar subsidi dengan total 8.400 liter dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Pengungkapan dilakukan tim gabungan Unit Tipidter Satreskrim, Tekab 308 Presisi Polres Lampung Selatan, dan Polsek Katibung di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Samuel Juan, mengatakan petugas memergoki aksi penyedotan solar dari tangki dua unit truk Hino hijau ke dalam jeriken.

"Di lokasi awal ditemukan 10 jeriken. Setelah pengembangan ke gudang penyimpanan di sekitar lokasi, ditemukan tambahan 230 jeriken," ujar Ipda Samuel Juan.
Dari lokasi, polisi sempat mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan. Hasil gelar perkara menetapkan tiga tersangka, yakni P (40) warga Sidomulyo, Lampung Selatan, S (44) warga Cilegon, Banten, dan MN (26) warga Sukabumi, Jawa Barat.

Selain ratusan jeriken solar, polisi juga menyita dua unit truk Hino, satu mesin penyedot BBM lengkap dengan selang, dan uang tunai Rp4.436.000.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Lampung Selatan. Para tersangka dijerat Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar.



ROY SHANDY