Jumat, 30 Oktober 2026

Kejari Lampung Selatan Musnahkan Barang Bukti 143 Perkara Inkrah

 LAMPUNG SELATAN (30/10/2026) -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan memusnahkan barang bukti dari 143 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Rabu (19/11/2025).

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor Kejari Lampung Selatan dan disaksikan unsur Forkopimda, mulai dari Kapolres Lampung Selatan, perwakilan Pengadilan Negeri Kalianda, Kalapas, BNN, Dinkes, Kodim, hingga Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Kepala Kejari Lampung Selatan, Firman Ide Amin, S.H., mengatakan barang bukti tersebut berasal dari perkara periode Mei hingga September 2026 yang didominasi kasus narkotika.

Adapun barang bukti narkotika yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 38,38 kilogram, ganja 1,23 kilogram, 56 butir ekstasi, dan 1.349 cartridge vape mengandung zat etomidate.

Selain itu, turut dimusnahkan barang bukti lain seperti uang palsu Rp1,2 juta, senjata api rakitan jenis revolver, senjata api mainan, empat butir amunisi, 10 senjata tajam, enam timbangan digital, 10 alat hisap bong, empat unit handphone, 148 potong pakaian, 32 tas, serta sejumlah barang pendukung tindak pidana lainnya.

Firman menegaskan, pemusnahan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kejaksaan dalam melaksanakan putusan pengadilan yang telah inkrah, sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas.

Ia juga menyoroti maraknya modus peredaran zat berbahaya, termasuk etomidate dalam cairan vape, yang penanganannya dilakukan sesuai prosedur hukum.

Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi lintas instansi dan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.



ADHE KOLA

Gubernur Lampung Dorong Desa Mulang Maya Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

 LAMPUNG UTARA (30/10/2026) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Desa Mulang Maya di Kotabumi Selatan, Lampung Utara, untuk tumbuh sebagai destinasi wisata budaya. Ia ingin tradisi leluhur tetap hidup, sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi warga.

Menurutnya, desa wisata tidak bisa hanya mengandalkan panggung kesenian. Kuncinya ada pada tiga hal yang berjalan bersamaan: budaya yang dilestarikan, masyarakat yang diberdayakan, dan produk lokal yang diperkuat. Dengan begitu, potensi wisata bisa tumbuh berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Gubernur yang akrab disapa Mirza saat kunjungan kerja ke Desa Mulang Maya, Kamis (29/10/2026) pagi. Ia datang bersama jajaran Pemprov Lampung, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Wakil Bupati Romli, serta Forkopimda.

Mulang Maya sendiri merupakan satu dari 15 desa wisata budaya di Lampung. Status tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan tradisi Lampung ke khalayak yang lebih luas.

Kedatangan rombongan disambut hangat dengan tarian adat, atraksi pencak silat, dan tabuhan cerik, musik khas daerah. Sambutan itu menjadi gambaran betapa kayanya modal seni dan tradisi yang dimiliki desa ini.

Pemprov Lampung ingin Mulang Maya tidak berhenti sebagai tempat singgah. Desa ini diharapkan menjadi ruang belajar budaya, tempat nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun bisa benar-benar dirasakan pengunjung.

Selama ratusan tahun, budaya Lampung telah menjadi perekat persatuan dan perdamaian. Karena itu, pelestariannya perlu terus diperkuat, terutama dengan melibatkan generasi muda agar tidak hilang oleh zaman.

Pengembangan ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman lintas suku tentang falsafah hidup masyarakat Lampung. Nilai-nilai lokal tersebut diharapkan menjadi identitas bersama di tengah arus globalisasi.

Ke depan, program yang disiapkan akan fokus pada pelestarian budaya, pemberdayaan warga, dan peningkatan kualitas pariwisata. Konsepnya tidak hanya menampilkan kesenian, tapi juga mengajak wisatawan menyelami sejarah dan cara hidup masyarakat Mulang Maya di masa lalu.

Pendekatan seperti itu yang akan menjadi pembeda, sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal Lampung lebih dekat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga menyempatkan meninjau stan UMKM. Beragam produk khas ditampilkan, mulai dari kain tradisional, kikat, baju adat Lampung, aneka kuliner, kue, hingga suvenir.

Produk lokal ini menjadi penopang penting bagi desa wisata. Selain memperkaya pengalaman wisatawan, UMKM juga mendapat panggung promosi yang lebih luas.

Jika dikembangkan secara terarah dan melibatkan warga, Mulang Maya diyakini bisa memberi manfaat ganda: menjaga warisan leluhur tetap lestari, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.



ADI SUSANTO

Lima Rumah Ludes Dilalap Api , Pemkab Lambar Gercep Turun Salurkan Bantuan

 LAMPUNG BARAT (30/10/2026) -  Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga di Pemangku Negeri Ratu Ulu, Pekon Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau, Kamis (29/10/2026).

Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin bersama sejumlah kepala perangkat daerah turun langsung meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan.
Kebakaran yang terjadi Kamis dini hari itu menghanguskan lima rumah milik Mat Yakin, Edison, Gustiawan, Bajuri, dan Yandi. Kerugian material ditaksir mencapai Rp1,8 miliar.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Saksi mata mengetahui api sudah membesar di dalam rumah sekitar pukul 02.00 WIB.

Petugas Damkar Lampung Barat yang menerima laporan langsung melakukan pemadaman. Sempat terjadi kendala karena mesin pompa air terhenti. Api baru berhasil dipadamkan setelah lebih dari tiga jam dengan bantuan masyarakat.

Pemkab Lampung Barat menyalurkan bantuan berupa kasur, matras, selimut, pakaian anak, makanan siap saji, mi instan, beras, minyak goreng, sarden, roti, dan susu.
Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat turut berbelasungkawa. Semoga para korban diberikan ketabahan. Kami imbau masyarakat memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman," ujarnya.

Sementara itu, terkait dugaan kekerasan terhadap petugas Damkar dan perusakan kendaraan dinas saat penanganan di lokasi, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan dengan komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan.
Pemkab Lampung Barat juga akan melakukan evaluasi terhadap kesiapan personel dan armada Damkar guna meningkatkan pelayanan penanganan bencana.



LILIANA PARAMITHA

Kamis, 29 Oktober 2026

Sinergi Polisi dan Warga Ungkap Tanaman Diduga Ganja di Katibung Lampung Selatan

 LAMPUNG SELATAN (29/10/2026) -  Sinergi antara polisi dan masyarakat mengungkap temuan tanaman yang diduga ganja di sebuah ladang warga di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (26/10/2026).
Temuan tersebut berawal dari informasi warga yang diterima Polsek Katibung.
Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Katibung bersama personel langsung melakukan pengecekan ke lokasi.Pengecekan dilakukan di ladang milik warga berinisial R dengan didampingi Kepala Dusun Sebalang, Nur Alim.
Di lokasi, petugas menemukan satu batang tanaman yang diduga ganja setinggi sekitar satu meter yang ditanam di dalam pot.
Kasat Resnarkoba Polres Lampung Selatan, Iptu Rosali, S.H., M.H., membenarkan adanya temuan tersebut.
"Adanya temuan satu batang ganja di kebun ini masih dalam tahap penyelidikan siapa pemiliknya, karena pemilik kebun pun belum tahu siapa yang meletakkan pot berisi tanaman satu batang ganja tersebut. Sementara masih dilakukan penyelidikan," ujar Iptu Rosali.
Menurutnya, pemilik lahan mengaku tidak mengetahui asal-usul tanaman tersebut.Saat ini polisi masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan pemilik lahan dan saksi-saksi lain.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan terkait kamtibmas dan penyalahgunaan narkotika melalui Call Center 110 atau Bhabinkamtibmas setempat.





ROY SHANDY

Bongkar Mafia Solar di Jalinsum Katibung, Polisi Sita 240 Jeriken BBM Subsidi

 LAMPUNG SELATAN (29/10/2026) -  Polres Lampung Selatan mengungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Selasa (27/10/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita 240 jeriken solar subsidi dengan total 8.400 liter dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Pengungkapan dilakukan tim gabungan Unit Tipidter Satreskrim, Tekab 308 Presisi Polres Lampung Selatan, dan Polsek Katibung di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Samuel Juan, mengatakan petugas memergoki aksi penyedotan solar dari tangki dua unit truk Hino hijau ke dalam jeriken.

"Di lokasi awal ditemukan 10 jeriken. Setelah pengembangan ke gudang penyimpanan di sekitar lokasi, ditemukan tambahan 230 jeriken," ujar Ipda Samuel Juan.
Dari lokasi, polisi sempat mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan. Hasil gelar perkara menetapkan tiga tersangka, yakni P (40) warga Sidomulyo, Lampung Selatan, S (44) warga Cilegon, Banten, dan MN (26) warga Sukabumi, Jawa Barat.

Selain ratusan jeriken solar, polisi juga menyita dua unit truk Hino, satu mesin penyedot BBM lengkap dengan selang, dan uang tunai Rp4.436.000.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Lampung Selatan. Para tersangka dijerat Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar.



ROY SHANDY

100 Siswa SDN 1 Kelawi Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda di Bakauheni

 LAMPUNG SELATAN (29/10/2026) -  Seru banget tadi di lapangan SMPN 1 Bakauheni.
Siswa-siswi SDN 1 Kelawi gelar upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu 28 Oktober 2026 kemarin.

Ada sekitar 100 anak kelas V dan VI yang ikut. Tujuannya simpel, biar anak-anak makin paham arti persatuan, kompak, disiplin, dan semangat juang.Kepala SDN 1 Kelawi, Ibu Sri Hartini, bilang anak-anak antusias banget ngikutin upacaranya.
 
Harapannya sih dari kegiatan ini mereka jadi makin semangat belajar dan kejar cita-cita.Sumpah Pemuda itu kan momen penting buat ingat lagi perjuangan pemuda di tahun 1928 yang kompak bersatu. Nah semangat itu yang pengen ditularin ke anak-anak sekarang lewat hal-hal positif.

Yang datang rame juga. Ada Karang Taruna Provinsi sama Kabupaten Lampung Selatan, lima Kades se-Kecamatan Bakauheni, Pak Camat Bakauheni, dan guru-guru dari lima kecamatan. Lengkap dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA sampai SMK juga ada.

Ditambah Karang Taruna Desa Kelawi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, Bhabinkamtibmas dari Polsek Penengahan, sampai Koramil Penengahan juga hadir.
Rame-rame begini jadi bukti kalau semua ikut andil buat bina karakter dan tanamkan cinta tanah air ke anak-anak muda.

Bu Sri Hartini berharap tahun depan acaranya bisa lebih meriah lagi dan lebih bermanfaat buat murid-murid. Pembinaan buat generasi muda harus terus jalan, biar semangat juang, persatuan, dan cinta tanah airnya gak luntur.

Intinya, lewat upacara ini anak-anak gak cuma tau seremoninya aja, tapi juga bisa praktekin nilai persatuannya, hargai jasa pendahulu, dan terus asah kemampuan lewat belajar dan karya yang positif buat masa depan.



ROY SHANDY

Rabu, 28 Oktober 2026

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Selimuti Pulau Sebesi

 LAMPUNG SELATAN (28/10/2026) -  Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat signifikan pasca erupsi pada Selasa (27/10/2026).

Erupsi terjadi saat tim BKSDA Lampung melakukan patroli. Hembusan abu vulkanik terpantau membumbung tinggi dan terbawa angin hingga ke permukiman di Pulau Sebesi dan wilayah Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.Dampaknya, aktivitas nelayan pesisir terganggu.

Sejumlah nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan.Seorang nelayan di Dermaga Bom Kalianda, Deni, mengatakan sebaran abu sudah terlihat di perairan Pulau Sebesi.

Jalur tangkap nelayan yang berada di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga mendekati Gunung Anak Krakatau terpaksa dihindari.

Warga Pulau Sebesi juga mendapat arahan untuk bersiap evakuasi jika aktivitas erupsi terus membesar.

Menindaklanjuti hal itu, Pemkab Lampung Selatan menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan instansi terkait untuk mitigasi bencana.

Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dengan peningkatan signifikan sejak kemarin, berdasarkan pemantauan pihak berwenang.

Pemkab telah membentuk tim khusus, memetakan titik kumpul evakuasi, serta menyiagakan armada Damkar, ambulans, dan posko kesehatan.

Bersama Sekda, Pemkab juga mengutus tim untuk meninjau langsung dampak abu vulkanik di Pulau Sebesi.

Hasil pemantauan terakhir menyebutkan kondisi di Pulau Sebesi berangsur kondusif.Pemkab mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mematuhi arahan petugas.

 

ROY SHANDY

SatLantas Polres Mesuji Amankan Pengendara Bawa Sabu di Operasi Patuh Krakatau 2026

 MESUJI (28/10/2026) -  Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Mesuji mengamankan seorang pengendara sepeda motor yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu saat Operasi Patuh Krakatau 2026 di Jalan Lintas Timur KM 200, perbatasan Kabupaten Mesuji Lampung dengan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (28/10/2026).

Pengendara yang diamankan berinisial YI (23), warga Desa Labuhan Permai, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji.

Kasat Lantas Polres Mesuji AKP Heny Gustiana membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, penangkapan dilakukan oleh anggota yang dipimpin Kanit Turjawali IPDA Johan Arisandi pada hari kedua Operasi Patuh Krakatau 2026.

"Saat dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan narkotika jenis sabu seberat 0,5 gram di genggaman tangan pengendara. Pelaku sempat melakukan perlawanan dan enggan menyerahkan barang bukti," ujar AKP Heny.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolres Mesuji dan dilimpahkan ke SatResNarkoba untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

 

 

SULISTIONO

Puskesmas Sekincau Edukasi Pelajar SMAN 1 Cegah Kanker dan Bahaya Rokok

 LAMPUNG BARAT (28/10/2026) -  Upaya promotif preventif terus digencarkan Puskesmas Sekincau bersama Dinas Kesehatan Lampung Barat. Kali ini sasarannya adalah pelajar SMAN 1 Sekincau, Selasa 27 Oktober 2026.

Bertempat di masjid sekolah, puluhan siswa kelas X dan XI tampak antusias mengikuti sosialisasi.

Hadir langsung dokter, tim kesehatan, hingga Tim Ambulance Hebat Puskesmas Sekincau.Materi yang diberikan dibedakan. Untuk siswi, fokusnya pada kesehatan reproduksi. 
Mereka diedukasi cara menjaga kebersihan organ intim dan mengenali gejala awal kanker payudara serta kanker serviks.

Sedangkan untuk siswa laki-laki, materinya tentang bahaya merokok. Mulai dari gangguan pernapasan, konsentrasi belajar yang menurun, sampai risiko penyakit kronis di masa depan.

Tak hanya itu, Dinkes Lambar juga menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Kepala Puskesmas Sekincau, Nurbaiti Jan, menyebut kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang.

"Kesehatan harus dikenalkan sejak sekolah. Kami ingin remaja, terutama siswi putri, paham cara merawat organ reproduksi dan berani mencari informasi kesehatan yang benar. Begitu juga soal rokok, kebiasaan buruk sejak remaja itu merugikan masa depan," ujarnya.

Senada, Katimker Promkes & PM Dinkes Lambar, Isma, mengatakan PHBS harus jadi budaya, bukan cuma soal kebersihan diri tapi juga peduli lingkungan.

Menurutnya, SMAN 1 Sekincau sudah cukup baik menerapkan PHBS. Tersedia wastafel untuk cuci tangan, ada gerakan donasi sampah, lingkungan yang bersih, dan ruang UKS yang representatif.

Sementara Kepala SMAN 1 Sekincau, Imam Syafei, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan dan tidak semua didapat di pelajaran.

Acara pun berlangsung hidup. Banyak siswa aktif bertanya, mulai dari cara deteksi dini kanker hingga tips berhenti merokok.


LILIANA PARAMITHA