SIMPANGPEMATANG (1/9/2026) – Tabrakan dua truk di JalanLintas Timur Jembatan Way Tujuh Lima Kilometer 195 Desa Agung Batin, Kecamatan Simpangpematang, Mesuji, menewaskan seorang sopir, Minggu 30 Agustus 2026. Kecelakaan ini diduga akibat sopir mengantuk.
Kecelakaan maut menewaskan seorang sopir akibat terjepit kabin kendaraan. Evakuasi korban cukup dramastis selama setengah jam. Tabrakan melibatkan Fuso berplat nomor polisi H 9488 RG bermuatan motor listrik dan truk boks BE 8056 AUG warna hijau.
Kesaksian warga setempat menuturkan truk boks hijau dari arah Palembang oleng ke kanan sehingga menghantam Fuso dari arah berlawanan. Sopir diduga mengantuk hingga laju kendaraan tidak terkendali. Sopir Fuso tewas seketika.
Sedangkan sopir truk boks tidak diketahui keberadaannnya setelah kendaraannya masuk jurang. Selama proses evakuasi korban sempat terjadi kemacetan lalu-lintas.
SIMPANGPEMATANG (1/9/2026) – Dua remaja kakak beradik tewas terpanggang dalam kebakaran rumah di Desa Budi Aji, Kecamatan Simpangpematang, Mesuji, Minggu dini hari 30 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB.
Kakak beradik berinisial OPI , laki-laki berusia 15 tahun, dan adiknya API, perempuan 11 tahun, tewas mengenaskan saat kedua orangtuanya tidak berada di rumah. Korban dievakuasi warga dalam keadaan hangus.
Masarakat berupaya melakukan pemadaman kebakaran dengan menghubungi Dinas Damkarmat Mesuji. Armada damkar tiba pukul 02.30 WIB. Proses pemadaman hingga pendinginan butuh waktu satu jam.
Kades Budi Aji Nurul Ihsan menuturkan tetangga mendengar suara pecahan kaca empat kali dan teriakan minta tolong sekali. Api sudah membesar dan merambat ke beberapa ruangan. Pintu rumah terkunci dari dalam sehingga warga gagal menyelamatkan kedua remaja.
Tim Damkarmat bersama warga baru mengevakuasi korban setelah berhasil memadamkan kobaran api. Keduanya ditemukan hangus dalam kamar. Musibah kebakaran juga melalap seisi harta benda diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah.
KOTABUMI (1/9/2026) – Penyebab kebakaran dua gudang Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, masih misterius. Polisi membutuhkan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan titik awal dan penyebab kebakaran.
Garis polisi terpasang di sekitar dua gudang Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi. Puing-puing kebakaran juga masih berserakan. Hasil olah tempat kejadian perkara kepolisian menunjukkan dua ruangan penyimpanan alat kesehatan dan sarana prasarana terbakar.
Polisi juga tidak menemukan CCTV di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangan kepala gudang, tidak terdapat aliran listrik dalam bangunan terbakar. Polisi telah mengamankan TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis meninjau lokasi kebakaran, Senin 31 Agustus 2026. Ia meminta seluruh aset yang terdampak kebakaran segera didata ulang. Meski dua gudang terbakar, pelayanan Rumah Sakit Ryacudu berjalan normal.
Direktur Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi dokter Cholif Paku Alamsyah mengatakan dua gudang tersebut sudah tidak terpakai. Gudang berisi alat kesehatan, tabung, AC hingga dokumen pasien lama. Barang-barang sedang didata dan ditata guna pengajuan proses pemusnahan. Sejak berkembang menjadi rumah sakit umum daerah, penghapusan aset disebut belum pernah dilakukan.
Polisi berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mendatangkan tim labfor guna mengungkap titik awal api dan penyebab kebakaran. Penyebab kebakaran begitu misterius karena gudang tersebtu tidak memiliki aliran listrik dan tidak dilengkapi CCTV.
KOTABUMI (31/8/2026) – Suara ledakan berulang mengiringi kebakaran dua gudang Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, Minggu malam 30 Agustus 2026. Situasi ini sempat memicu kepanikan pasien.
Kobaran api membakar dua gudang barang bekas dan alat kesehatan (alkes). Kepulan asap tebal membubung membuat kompleks rumah sakit mencekam. Letupan kebakaran dilaporkan pukul 19.30 WIB ketika kobaran api terlihat melalap gudang di dekat ruang neonatus dan ruang saraf.
Amukan di jago merah diiringi ledakan berulang kali hingga memicu kepanikan pasien. Seorang keluarga pasien di ruang saraf mengaku sebagai orang pertama yang mengetahui kebakaran. Ketika menuju toilet, ia melihat kepulan asap dari arah belakang rumah sakit. Sejumlah warga menggedor-gedor pagar belakang dengan maksud memberitahu kebakaran.
Keluarga pasien bergegas memberitahu petugas keamanan rumah sakit. Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju titik api. Tiga armada damkar kesulitan menjangkau lokasi dari depan maupun pintu samping rumah sakit.
Petugas akhirnya membuka akses melalui bagian belakang pagar agar mobil pemadam dapat mendekati titik kebakaran. Di tengah proses pemadaman, suara ledakan beberapa kali terdengar dari gudang. Kondisi ini membuat petugas meningkatkan kewaspadaan. Sebanyak 12 pasiendi ruangan dekat lokasi kebakaran pun dievakuasi ke Ruang IGD.
Wakil Bupati Lampung Utara Romli bersama Forkopimda meninjau lokasi kebakaran. Ia memastikan titik kebakaran di area belakang rumah sakit. Bangunan tersebut digunakan sebagai gudang barang bekas dan alat kesehatan.
Posisi gudang di bagian belakang rumah sakit membuat kobaran api tidak langsung mengganggu pelayanan medis bagian depan. Romli juga memastikan tidak ada korban jiwa.
Pemadaman melibatkan personel Damkarmat, BPBD, TNI, Polri, PLN dan masyarakat. Petugas berjibaku sampai proses pendinginan pukul 22.00 WIB. Penyebab kebakaran belum diketahui. Polisi segera melakukan penyelidikan. Nilai kerugian material juga sedang didata.
MESUJI TIMUR (29/8/2026) – Kebakaran lahan gambut dan semak belukar meluas hingga ratusan hektar di Desa Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Sabtu 29 Agustus 2026.
Petugas gabungan Polda Lampung, Polres Mesuji dibantu Satgas Damkar PT Prima Alumga melakukan pemadaman dan pendinginan dilahan warga di luar perkebunan milik perusahaan.
Titik api sulit dipadamkan, Selain lahan bergambut semak belukar mengering mudah terbakar, tiupan angin kencang dan akses menuju lokasi juga menyulitkan karena menyeberangi sungai dan jauh dari jangkauan air.
Direktur PT Prima Alumga Indrawarman menyampaikan perusahannya menerjunkan Satgas Damkar untuk membantu personel gabungan Polda Lampung dan Polres Mesuji. Lokasi kebakaran merupakan lahan warga berdekatan dengan perkebunan milik perusahaan. Perusahaan mengimbau masarakat tidak melakukan pembakaran lahan garapan agar tidak berdampak negatif.
Padalpam Obvit Polda Lampung Iptu Evansi menyebut lahan kebakaran lahan dan semak belukar mencapai seratus hektar. Kondisi lahan mayoritas bergambut dan semak mengering mudah terbakar.
Tiupan angin kencang dan jauhnya jangkauan air pasokan penyiraman menjadi faktor penghambat pemadaman dan pendinginan. Proses pemadaman hanya dilakukan secara manual karena armada pemadam tidak dapat menjangkau lokasi akibat terhalang sungai.
KALIANDA (29/8/2026) – Polres Lampung Selatan menangkap komplotan pembegal sopir truk Fuso di Jalan Lintas Sumatera Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Salah satu pelaku ternyata masih berusia remaja.
Dua tersangka begal berinisial SP bin Mat Ramli, 31 tahun, mengaku wiraswasta asal Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Ia berkomplot dengan remaja 16 tahun berinisial FK bin Ichsan, warga Desa Tanjung heran, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengungkap komplotan begal mengadang truk Fuso dikemudikan Darmaji, 37 tahun, warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Polisi menangkap dua tersangka dengan barang bukti kaos, topi dan motor Honda Beat hitam milik pelaku serta sebuah batu.
Pembegalan sopir truk sempat viral di media sosial. Komplotan begal diduga menakut-nakuti korban dengan senjata api. Hasil penyelidikan polisi mengungkap pelaku dan anak buahnya mengancam sopir menggunakan batu. Kasus ini dilaporkan ke polisi pada Rabu pagi 19 Agustus 2026 pukul 04.50 WIB.
Tujuh jam setelah pembegalan, unit Jatanras mendapatkan informasi keberadaan pelaku hingga Tekab 308 Presisi Polres Lampung Selatan menindaklanjuti dengan penangkapan SP dan FK. Kedua pelaku mengakui perbuatannya. Tersnagka pembegal sopir dijerat dengan Pasal 479 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun.
KOTABUMI (28/8/2026) – Pengejaran polisi selama sepekan menemukan pelarian seorang begal terduga penembak pelajar SMA Lampung Utara. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakanan karena melawan keras.
Tersangka berinisial RL, 39 tahun, digerebek tim gabungan di belakang mes perkebunan kelapa sawit Kecamatan Waytuba, Kabupaten Waykanan, Kamis dinihari 27 Agustus 2026 pukul 03.00 WIB.
Proses penangkapan tidak mudah. Saat Tersangka melakukan perlawanan aktif. Polisi terpaksa melumpuhkan RL dengan tembakan kaki.
Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, Jumat 28 Agustus 2026, menyampaikan penangkapan begal terduga penembak pelajar SMA berdasarkan pengembangan penyelidikan.
Polisi menyita satu senjata api rakitan jenis revolver dengan gagang cokelat dan berwarna silver. Senjata ini diduga digunakan membegal dan menembak korban bernama Aldi, 17 tahun, di Desa Bumi Nabung, rabu 19 Agustus 2026.
Pelaku mengadang pelajar berkendara motor Honda Beat putih-biru saat berangkat sekolah. Begal muncul tiba-tiba dari kebun singkong sehingga Aldi tidak bisa menghindar. Apalagi pelajar ini dilempari batu.
Saat tersangka berusaha merampas kunci motor, korban coba melakukan perlawanan. Begal makin brutal dengan menghantam kedua pelipis korban menggunakan gagang senjata api hingga terluka. Tersangka bahkan menembak Aldi kena perut kiri. Pelaku langsung membawa kabur motor begalan.
Sekitar pukul 07.15 WIB, warga menemukan korban dalam kondisi tengkurap dan lemas. Korban diduga mengalami banyak kehilangan darah akibat luka tembak dan luka pelipis. Ia dilarikan ke Puskesmas Bonglay hingag dirujuk ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi.
Hasil pemeriksaan mengungkap Ruslan merupakan residivis pembegalan. Tersangka mengaku telah membegal di 13 lokasi. Polisi masih mendalami pengakuan tersebut serta memburu anggota kelompoknya.
Tersangka begal dan penembak pelajar SMA Lampung Utara dikenakan Pasal 479 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun.
KOTABUMI (25/8/2026) – Polemik meninggalnya balita Akhtar Al Tamiz Rapahdan coba diselesaikan melalui perdamaian keluarga pasien dan manajemen Rumah Sakit Handayani Kotabumi. Langkah ini difasilitasi DPRD Lampung Utara, Senin 24 Agustus 2026.
Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal bersama Komisi IV memimpin pertemuan keluarga pasien balita dan manajemen Rumah Sakit Handayani Kotabumi di Ruang Rapat DPRD. Pertemuan disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Maya Mannan dan Ketua IDI Cabang Lampung Utara dokter Dian Mauli.
Kedua pihak menyampaikan persoalan secara terbuka sekaligus mencari penyelesaian damai. Dalam forum itu, Direktur Rumah Sakit Handayani Ratna Sari Ritonga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Akhtar atas pelayanan yang dinilai belum maksimal saat pasien menjalani perawatan.
Rumah sakit juga menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan, termasuk etika dan cara komunikasi tenaga medis kepada pasien maupun keluarga. Jika petugas terbukti melakukan pelanggaran, rumah sakit menyatakan akan memberikan sanksi.
Keluarga diwakili paman pasien Madian, ayah pasien Ahmad Desri, bibi dan Kepala Desa Pekurun Tengah Aroni, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Akhtar. Keluarga tidak menuntut ganti rugi materi kepada pihak rumah sakit.
Namun, keluarga berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelayanan pasien lebih baik. Mereka meminta petugas rumah sakit lebih santun, jelas dan edukatif dalam menyampaikan informasi maupun tindakan medis kepada pasien dan keluarga.
Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal mengatakan pertemuan tersebut merupakan upaya penyelesaian secara baik dan tidak berlarut-larut. Komisi IV DPRD Lampung Utara juga telah menggelar rapat dengar pendapat dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan gambaran perisgtiwa secara utuh.
KOTABUMI (25/8/2026) – Suasana hiburan musik perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kotabumi, Lampung Utara, mendadak berubah mencekam. Suara rentetan tembakan pecah saat acara hendak dibubarkan, Selasa dinihari 25 Agustus pukul 02.45 WIB.
Peristiwa ini bermula panitia dan warga hendak membereskan kegiatan hiburan musik yang dihadiri unsur pemerintah, masyarakat dan kalangan pemuda-pemudi.
Kesaksian Ketua Lingkungan Idhamsyah, suasana mendadak gaduh setelah terdengar suara rentetan tembakan empat kali. Warga kemudian mengetahui adanya operasi penangkapan aparat kepolisian dan berujung baku tembak.
Dalam insiden tersebut tiga personel polisi dilaporkan terkena tembakan. Sementara seorang pria target penindakan diduga seorang pria juga tertembak hingga meninggal dunia. Pria tersebut berinisial PHP, 30 tahun, seorang buronan Satresnarkoba Polres Lampung Utara sebagai terduga jaringan peredaran narkoba dan senjata api ilegal.
Kasi Humas Polres Lampung Utara Iptu Herawati membenarkan baku tembak tersebut. Polisi melakukan tindakan hukum karena terduga pelaku melawan dengan senjata api.
Dalam baku tembak itu tiga polisi mengalami luka-luka yaitu Aipda Adizar luka tembak kaki kanan, Aipda Adi Agus Candra luka gores pelipis, dan Brigpol Ariyadi luka tembak perut dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung.
Sementara jenazah PHP dievakuasi ke Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi. Polisi mengamankan sepucuk senjata api rakitan, dua peluru 9 mm dan tiga selongsong peluru.
PHP bukan warga Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik. Lokasi kejadian merupakan tempat resepsi perayaan hari kemerdekaan, bukan tempat tinggal terduga pelaku. Polisi seolah-olah menggerebek warga Muara Jaya. Padahal sedang memburu terduga jaringan pengedar narkoba.
Polisi melanjutkan penyelidikan dugaan jaringan narkoba dan peredaran senjata api ilegal berkaitan dengan PHP. Asal-usul senjata api yang dipakai baku tembak dengan polisi juga didalami.
Sementara keluarga PHP disebut menolak autopsi jenazah. Kasus ini dipastikan menjadi perhatian serius karena menewaskan terduga pelaku dan mengakibatkan tiga polisi terluka tembak.
SEPUTIH BANYAK(24/8/2026) – Karnaval budaya memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kampung Sumber Fajar, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah. Kegiatan ini begitu semarak dengan melibatkan seluruh warga.
Kampung Sumber Fajar tidak mau kalah menyambut hari ulang tahun kemerdekaan. Pemerintah kampung menggelar karnaval dengan melibatkan peserta anak-anak, remaja hingga dewasa. Warga tumpah-ruah sepanjang rute karnaval.
Sengatan terik matahari tidak mengurangi semangat peserta maupun penonton. Karnaval begitu semarak melibatkan RT. Setiap RT menampilkan atraksi dan kreasi menarik seperti pakaian adat, aneka mode busana, keragaman etnik, dan lain lain sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Lomba karnaval ini merebutkan uang pembinaan Rp5,5 juta dan undian berhadiah memungkinkan semua peserta mendapatkan penghargaan.
Masing masing RT tampil kompak dengan keunikan masing masing. Kepala Kampung Sumber Fajar Rokim Hidayat menyampaikan karnaval tahun ini merupakan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Agenda ini menyertakan seluruh lapisan masyarakat demi mengenang para pahlawan pejuang. Kepala Kampung berterima kasih kepada masyarakat dan semua RT atas partisipasinya dengan penuh semangat. Kekompakan warga layak mendapat apresiasi.
SEPUTIH BANYAK (24/8/2026) – Seluruh warga Kampung Sakti Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, antusias mengikuti lomba perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Anak-anak sampai dewasa berbondong-bondong turun ke arena perlombaan olahraga dan pertmainan. Anak-anak bersemangat mengikuti lomba makan kerupuk, estafet kelereng, balap karung, estafet sedotan, dan estafet air.
Kelompok bapak bapak juga bersemangat lomba tarik tambang, pukul paku, dan estafet sarung. Sementara ibu-ibu berjoget balon, pukul paku, dan rebutan kursi. Peserta umum tak ketinggalan mengikuti pertandingan bola voli dan futsal.
Perlombaan tersebut memperebutkan uang pembinaan dan undian berhadiah. Perayaan hari kemerdekaan ini berlangsung 21-23 Agustus 2026.
Acara lomba berjalan lancar, meriah, dan disambut gembira. Kemeriahan acara menarik perhatian salah satu Yotuber dan kreator Facebook dengan memberikan uang pembinaan kepada ibu-ibu peserta senam sehat dan anak anak peserta lomba makan kerupuk.
Kepala Kampung Sakti Buana I Komang Widastra mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan. Acara ini menumbuhkan kebersamaan, kekeluargaan serta semangat gotong royong warga Kampung Sakti Buana.
WAY PENGUBUAN (24/8/2026) – Dalam rangka memperingati hari lahir atau harlah TPQ Syifaul Huda ke-6, pengelola akan menggelar pengajian akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan 2 Mabes Saung Majelis, Kampung Candirejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa 25 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.
Pengajian tersebut menghadirkan pendakwah M. Muzammil MZ dari Bengkulu dengan tausiyah bertema dakwah dalam kubur.
Kepala Kampung Candirejo Suripto menyambut baik pelaksanaan harlah TPQ Syifaul Huda yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan keagamaan ini dapat memberikan manfaat dan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman.
Ustad Ahmad Muhadi selaku pengasuh Majelis TPQ Syifaul Huda mengajak seluruh jemaah, khususnya masyarakat Kampung Candirejo dan sekitarnya untuk hadir dan mengikuti pengajian akbar. Kegiatan ini diharapkan mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
JAKARTA (24/8/2026) – Lampung Barat berada di ambang transformasi besar sebagai salah satu pilar utama penyokong energi baru terbarukan (EBT) melalui kekayaan panas bumi (geothermal) raksasa di kawasan Sekincau dan Suoh.
Potensi geothermal melimpah di Sekincau dan Suoh diperkirakan mencapai 500 hingga 700 Megawatt (MW). Angka ini menempatkan Lampung Barat pada posisi strategis dalam peta transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.
Momentum ini sejalan dengan ambisi besar pemerintah pusat untuk memacu percepatan pemanfaatan geothermal. Berdasarkan data terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026, total potensi geothermal Indonesia mencapai 23.202 MW.
Dari kekayaan luar biasa tersebut, kapasitas terpasang dan termanfaatkan baru sekitar 2.776 MW atau hanya 11,6 persen. Melihat 88,4 persen potensi nasional belum tergarap, Lampung Barat bergerak cepat menangkap peluang emas ini. Proses eksplorasi di kawasan Sekincau dan Suoh terus dimatangkan untuk memetakan kantong-kantong reservoir panas bumi.
Langkah nyata ini dipercayakan kepada PT Star Energy Geothermal yang telah mengantongi Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE). Sinergi Investasi dan Kesejahteraan Lokal Pengembangan geothermal di Lampung Barat dipastikan tidak hanya membangun infrastruktur pembangkit listrik, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi daerah.
Suharsono Darmono, Chief Operating Officer (COO) PT Star Energy Geothermal, menyampaikan komitmen penuh perusahaan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah demi memastikan investasi besar yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Lampung Barat. Secara ekonomi, kehadiran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala besar ini akan menciptakan multiplier effect.
Proyek ini bakal membuka lapangan kerja baru warga lokal dan menghidupkan ekosistem bisnis turunan, mulai sektor konstruksi, transportasi, logistik, jasa penyediaan barang hingga pasar lebih luas bagi pelaku UMKM setempat. Tantangan berikutnya berada di pundak pemerintah daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sejak dini agar warga lokal mampu menjadi pemain utama dalam rantai ekonomi industri ini.
Kendati menjanjikan keuntungan ekonomi dan pasokan listrik bersih, proyek geothermal Sekincau dan Suoh memegang prinsip keseimbangan lingkungan secara ketat. Kedua wilayah ini dikenal memiliki ekosistem alam asri serta potensi pariwisata Lampung Barat.
Seluruh tahapan survei, eksplorasi hingga konstruksi operasional wajib berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian hutan, perlindungan lingkungan serta penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat adat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menggarisbawahi Indonesia sebenarnya adalah pemilik sumber daya panas bumi terbesar dunia. Meski demikian, dari sisi implementasi nyata, Indonesia masih berada di peringkat kedua di bawah Amerika Serikat.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah pusat berkomitmen membenahi regulasi, memangkas birokrasi, memberikan insentif, dan menegaskan kepada para pengembang agar segera merealisasikan wilayah konsesi.
Melalui kolaborasi erat regulator dan pelaku usaha, potensi emas hijau terkubur di bawah tanah Sekincau-Suoh diharapkan segera dikonversi menjadi energi bersih yang menerangi Nusantara sekaligus mengangkat martabat ekonomi warga Lampung Barat.