PRINGSEWU (3/6/2026) – Ancaman gagal panen menghantui ratusan hektare lahan persawahan di Pekon Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Baru sepekan tanpa hujan, hamparan sawah mulai mengering, retak-retak, dan kehilangan pasokan air yang menjadi penopang utama tanaman padi.

Kondisi kekeringan semakin mengkhawatirkan karena sejumlah saluran irigasi dan drainase yang selama ini menjadi sumber pengairan ikut mengering. Tanah sawah tampak memutih akibat minimnya kandungan air, menjadi pertanda ancaman serius terhadap produktivitas pertanian.
Kepala Dusun 1 Pekon Pandansurat, Waluyo, Rabu (3/6/2026), mengatakan dampak kekeringan sudah terlihat meski hujan baru tidak turun selama sekitar tujuh hari terakhir. Keterbatasan sumber air membuat petani kesulitan menyelamatkan tanaman padi yang sedang tumbuh.
Menurut Waluyo, kondisi tahun ini lebih parah dibandingkan musim tanam sebelumnya. Jika dulu masih ada hujan yang membantu pasokan air, kali ini petani sepenuhnya bergantung pada sumur bor yang jumlahnya sangat terbatas. Untuk mengantisipasi gagal panen, petani sangat membutuhkan tambahan sumur bor.
Waluyo berharap pemerintah segera turun tangan dengan menyediakan sarana pendukung pengairan, terutama pembangunan sumur bor di kawasan persawahan yang rentan kekeringan. Tanpa langkah cepat, ratusan hektare sawah berpotensi mengalami puso dan mengancam pendapatan petani serta ketahanan pangan daerah.
ADI SUSANTO





