Sabtu, 04 April 2026

Geger Wanita Lampung Tengah Tewas di Kontrakan Pringsewu

PRINGSEWU (4/4/2026) – Seorang wanita asal Lampung Tengah ditemukan tewas di kamar kontrakan RT 4 RW 2 Pekon Podomoro, Pringsewu, Jumat  3 April 2026 pukul 10.00 WIB. Ia diduga sebagai korban pembunuhan dengan kondisi wajah dan leher terluka.

Wanita bernama Rosida, 35 tahun, asal Kampung Sendang Agung, Lampung Tengah. Ia dikenal sebagai ibu rumah tangga dan sudah enam bulan tinggal bersama suami bernama Agus, sehari-hari bekerja sebagai makelar jual beli motor.

Kesaksian tetangga dan Ketua RT 4 Podomoro, korban ditemukan pertama kali oleh seorang temannya yang bertamu. Rosida dipanggil-panggil tidak menyahut. Karena  curiga, temannya melongok rumah dengan kondisi pintu terbuka.

Rosida didapati sudah tewas dengan posisi tertelungkup dalam kamar. Bagian wajah dan leher terluka lebam. Penemuan mayat ibu rumah tangga ini sontak menggegerkan warga setempat. Warga segera menghubungi Polsekta dan Polres Pringsewu.

Tetangga menyebut Rosida bersama suami sudah enam bulan mengontrak rumah tersebut.  Korban sering dikunjungi kakaknya bernama Ida, warga Sendang Agung, Lampung Tengah.

Sebelum ditemukan meninggal dunia pukul 10.00 WIB, tetangga mendengar korban berteriak-teriak minta pertolongan menjelang subuh pukul 04.00 WIB. Namun, tetangga enggan datang karena tidak ingin campur tangan rumah tangga orang.

Hingga Sabtu sore  4 April 2026, Tim Inafis dan Tekab 308 Polres Pringsewu melakukan olah tempat kejadian perkara dan masih menyelidiki penyebab kematian Rosida. Polisi memasang garis polisi di rumah kontrakan.

PIYAN AGUNG



Kampus Aspirasi Ahmad Muzani Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

PESISIR TENGAH (4/4/2026) – Kampus Aspirasi  Ahmad Muzani Ketua MPR di Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, menggelar latihan dasar kepemimpinan (LDK) seluruh mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda berkarakter kuat, wawasan luas serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Kegiatan LDK diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi dan perguruan tinggi. Peserta mendapatkan materi dasar-dasar kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi publik hingga penguatan nilai kebangsaan.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, simulasi kepemimpinan serta sesi berbagi pengalaman dari para narasumber. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme.

Panitia pelaksana menyampaikan latihan dasar kepemimpinan merupakan bagian dari komitmen Kampus Aspirasi Ahmad Muzani sebagai wadah mahasiswa dalam mendorong pengembangan kapasitas generasi muda.

Ruspandi mengatakan progam kampus aspirasi ini sebagai wadah masyarakat Pesisir Barat berkuliah mengingat jarak tempuh dan biaya hidup kuliah di Bandarlampung sangat mahal. Dalam pelatihan ini mahasiswa kampus Australia asal Pesisir Barat hadir sebagai bentuk apresiasi.

Dua mahasiswi mengikuti LDK karena mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama dalam membangun mental kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi.

Kampus Aspirasi Ahmad Muzani berharap lahirnya generasi muda unggul secara akademik, berintegritas, memiliki kepedulian sosial serta siap menjadi motor penggerak perubahan.

YUAN ANDESTA

Polisi dan BPN Cek Lokasi Tanah Sengketa di Pantai Kalianda

KALIANDA (4/4/2026) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan mengecek lokasi sekaligus pengambilan titik koordinat tanah Sertifikat Hak Milik di kawasan Pantai Bintaro, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kamis 2 April 2026.

Pengecekan lokasi melibatkan pihak tergugat dan didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Bakti Nusa Yusticia.

Ditreskrimum Polda Lampung sebelumnya menerima laporan dari Susi Tur Andayani atas dugaan tindak pidana penyerobotan tanah pada 25 Februari 2025. Laporan ditujukan kepada M Ali, warga Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, selaku pengelola Pantai Bintaro.

Dalam surat panggilan 19 Februari 2026, kepolisian memanggil terlapor untuk proses penyidikan. Pengecekan lokasi dan koordinat tanah dikawal Kebandaran Adat Tjindar Bumi Way Urang bersama paksi adat serta masyarakat adat.

Pengecekan ini memastikan batas-batas lahan berdasarkan dokumen kepemilikan, keterangan saksi, serta kondisi fisik di lapangan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan dugaan tindak pidana penyerobotan tanah sebagaimana diatur dalam Pasal 385 KUHP.

Dalam pengecekan menunjukkan objek sengketa merupakan milik Pengikhan Kebandaran Way Urang Tjindar Bumi. Namun, lahan tersebut diklaim oleh pelapor Susi Tur Andayani sehingga memicu sengketa.

Petugas mencocokkan data administrasi pertanahan dengan kondisi riil di Bintaro Beach guna memperoleh kejelasan status hukum lahan.

Pelapor Susi Tur Andayani mengatakan proses cek plot (plotting) oleh BPN memang diminta untuk memperjelas batas kepemilikan lahan. Hasil pengecekan diserahkan kepada pihak berwenang untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kuasa hukum Kebandaran Adat Way Urang Tjindar Bumi Julizar menyatakan pengecekan dan pengambilan koordinat tanah bakal menjamin kepastian hukum bagi kedua belah pihak. Ia meminta BPN Lampung Selatan transparan dan menyesuaikan hasil pengukuran di lapangan dengan peta global atau peta desa.

ADHE KOLA

Jumat, 03 April 2026

Belasan Rumah Terbongkar Angin Puting Beliung di Tanggamus

WONOSOBO (3/4/2026) – Terjangan angin puting beliung menyertai hujan deras merusak perumahan di Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Kamis sore 2 April 2026. Sebagian rumah sampai terbongkar plafon dan genteng hingga tertimpa pohon tumbang.

Putaran angin kencang merusak perumahan sekitar pukul 16.15 WIB. Kencangnya angin menerbangkan atap dan menumbangkan pepohonan. Atap ambruk ke tanah dan genteng hancur berserakan. Rumah warga juga rusak tertimpa pohon mangga.

BPBD Tanggamus memantau dampak angin puting beliung sejak Jumat pagi. Sebanyak 14 rumah rusak berat dan ringan. BPBD bersama Pemkab Tanggamus, bhabinkamtibmas serta aparat kecamatan dan pekon segera menangani dampak bencana. Korban mendapatkan bantuan logistik.

Salah satu rumah porak-poranda. Atap ambrol dan dapur tertimpa pohon tumbang. Meski begitu penghuninya selamat karena kebetulan rumah kosong ditinggal menghadiri hajatan saudaranya.

Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Irvan Wahyudi menyampaikan penanggulangan dampak bencana begitu mendapat laporan angin puting beliung. Petugas mendata belasan rumah mengalami kerusakan berat dan ringan. Selain pemberian logistik, Pemkab Tanggamus mengupayakan bantuan material.

HARDI SUPRAPTO


Kamis, 02 April 2026

Dedengkot Maling Motor Diringkus Polres Lampung Utara

KOTABUMI (2/4/2026) – Tekab 308 Polres Lampung Utara menggulung jaringan maling sampai penadah motor berjumlah lima orang. Satu tersangka mengaku sebagai residivis sudah dua kali keluar masuk penjara dengan kasus sama.

Pengungkapan kasus pembegalan dan pencurian motor bermula dari penangkapan residivis sekaligus dedengkot maling motor berinisial SRD, 27 tahun. Pengembangan polisi berhasil membongkar keterlibatan jaringan penadah berjumlah tiga orang di Lampung Tengah masing-masing BD, 43 tahun, YT dan BS usia 58 tahun.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Kristofel mengungkap para begal dan maling motor ini menggunakan modus sederhana yaitu menyasar motor parkit diperkebunan dan tanpa pengaman ganda.

Dari tangan SRD dan kawan-kawan, polisi menyita barang bukti motor curian jenis Honda Revo dari Kotabumi Utara, Honda Genio dari Bunga Mayang serta Honda Beat Street. Selain itu empat kunci T bersama lima mata kunci.

Polisi juga mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di rumah warga Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat pada Selasa 6 Maret 2026. Pelaku menggondol TV, handphone hingga akses rekening bank senilai Rp6,5 juta. Barang bukti TV dan handphone ditemukan di tempat persembunyian.

ara tersangka masih menjalani pemeriksaan. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun.

Polisi masih menyelidiki kemungkinan jaringan SRD terkait dengan kasus serupa di Bandarlampung. Sementara kendaraan hasil curian dititipkan di Polsek Terbanggi Besar, Lampung Tengah, guna proses identifikasi lanjutan.

ADI SUSANTO

Keluarga Miskin 8 Orang Tinggali Rumah Gedek Lampung Selatan

KATIBUNG (2/4/2026) – Potret kemiskinan terpampang nyata di Dusun Rejo Agung Dua, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Sekeluarga berjumlah delapan orang tinggal di rumah sempit dan tidak layak huni.

Pasangan Rudi dan Iis Wiyanti bersama enam anaknya terpaksa bertahan hidup di rumah seluas 35 meter persegi. Rumah tersebut berdinding gedek atau anyaman bambu berlubang dan berlantai tanah. Kondisi rumah sudah rapuh dengan penyangga kayu supaya tidak roboh.

Keadaan semakin memprihatinkan saat musim hujan. Rumah kemasukan air sehingga seluruh penghuni terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Selain masalah struktur bangunan, rumah ini tidak memiliki fasilitas sanitasi. Mereka menumpang buang air di rumah orangtua. Aktivitas mandi dan mencuci memanfaatkan  sekat sarung dan terpal lusuh.

Sebagai kepala keluarga, Rudi memendam keinginan memiliki tempat tinggal layak bagi anak-anaknya. Namun, penghasilan sebagai buruh serabutan hanya cukup memenuhi makan sehari-hari. Harapan perbaikan rumah pun tinggal mimpi.

Kepala Dusun Rejoagung 2 Teguh mengatakan rumah keluarga Rudi memang tidak layak huni. Pemerintah desa mengusulkan bantuan bedah rumah. Namun, hingga saat ini bantuan belum terealisasi. Kepala dusun berharap perhatian khusus pihak terkait kesejahteraan keluarga Rudi meningkat dengan perbaikan rumah.

GELLY ANTHONIYOS

Pengedar Narkoba Kotabumi Tewas Tenggelam Dikejar Polisi

KOTABUMI (2/4/2026) – Seorang pria diduga jaringan pengedar narkoba ditemukan tewas setelah hilang tiga hari karena tenggelam di Sungai Way Abung, Lampung Utara. Pria ini bersama dua temannya menceburkan diri ke sungai saat kabur menghindari kejaran polisi.

Tim SAR Gabungan menemukan jenazah terduga pengedar narkoba bernama Ahmad Ragil, 26 tahun, Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara, Kamis 2 April 2026 pukul 14.30 WIB. Jenazah ditemukan di wilayah Banjar Agung. Lokasi ini jauh dari titik tenggelam.

Ragil bersama dua temannya menceburkan diri ke Sungai Way Abung pada Senin malam 30 Maret lalu. Mereka digerebek Satresnarkoba Polres Lampung Utara di sebuah rumah milik terduga jaringan narkoba berinisial J.

Dalam situasi panik, tiga orang kabur ke belakang menghindari penangkapan. Lokasi rumah kebetulan berbatasan dengan Sungai Way Abung. Para pelaku menceburkan diri karena dikejar polisi. Dua orang selamat dan seorang lagi yaitu Ahmad Ragil hilang tenggelam.

Kasat Narkoba Polres Lampung Utara AKP Mardiansyah, Kamis 2 April 2026, membenarkan penggerebekan rumah terduga pengedar narkoba hingga menimbulkan kepanikan para pelaku.

Dalam suasana gelap, Ragil bersama beberapa rekannya menghindari penangkapan dengan terjun ke sungai. Polisi menyisir sekitar aliran sungai dengan tebing tinggi dan arus deras tetapi kehilangan jejak.

Gagal menangkap terduga pengedar, polisi hanya menemukanbarang bukti  beberapa bekas bungkus narkoba di rumah J.

Sementara Joy Adi Setiawan mendengar kabar kakak iparnya Ahmad Ragil bermain ke rumah J. Ragil bersama dua temannya nyemplung sungai. Dua orang selamat tetapi kakak iparnya hilang tenggelam. Ia tidak tahu persis kronologi kejadian.

Kejadian serupa menimpa seorang pria Lampung Utara bernama Pandawa, 58 tahun, menceburkan diri ke sungai saat polisi menggerebek arena judi sabung ayam.  Jenazah ditemukan di Sungai Way Rarem, Kampung Tanah Miring, Kelurahan Kota Alam, Kotabumi Selatan.

ADI SUSANTO

Rabu, 01 April 2026

Habisi Mucikasi Panjang, Pelaku Ditangkap Hendak Kabur ke Jawa

BANDARLAMPUNG (1/4/2026) – Satu dari dua tersangka pembunuh mucikari eks Lokalisasi Pemandangan, Kelurahan Way Lunik, Panjang, Bandarlampung, ditangkap polisi. Pelaku hendak kabur ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Tersangka berinisial MRS, 28 tahun, menghabisi mucikari bernama Nurma, 41 tahun, di kafe karaoke Pemandangan Jalan Teluk Tomini, Panjang, Selasa dinihari 31 Maret 2026. Korban ditemukan bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam.

Selain menghabisi mucikari, MRS juga diduga melukai wajah dan tangan pemandu lagu bernama Dian Anggaraini. Penganiayaan menggunakan pisau yang digunakan membunuh mucikari.

Pembunuhan itu bermula MRS dan seorang temannya mendatangi kafe karaoke. Mereka memesan dua pemandu lagu untuk menemani karaoke, sekaligus diduga meminta layanan seksual.

Namun, transaksi berubah menjadi pertikaian panas. Kedua pria itu cekcok dengan Nurma terkait tarif pembayaran. Suasana menjadi tegang hingga emosi memuncak. Diduga karena pengaruh minuman keras, salah satu pelaku mencabut pisau dan menyerang korban.

Nurma tersungkur dengan kondisi bersimbah darah. Pemilik kafe karaoke ini mengembuskan napas terakhir. Amukan pelaku juga menyasar salah satu anak buah Nurma bernama Dian Anggaraini. Korban mengalami luka sabetan bagian wajah dan tangan hingga dirawat rumah sakit.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Alfred Jacob Tilukay, Rabu 1 April 2026, menyampaikan pelaku utama ditangkap saat hendak melarikan diri ke Jawa. Polisi mengamankan barang bukti sepeda motor, sebuah handphone, dan pisau.

Seorang pelaku lainnya masih buron. Identitasnya sudah diketahui. Tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

ADI SUSANTO

Koramil Katibung Bangun Jembatan Perintis Garuda

KATIBUNG (1/4/2026) – Koramil Katibung, Lampung Selatan, mulai membangun Jembatan Perintis Garuda di perbatasan Kecamatan Katibung dan Merbau Mataram, Rabu 1 Maret 2026, Proyek ini merupakan wujud pengabdian TNI Angkatan Darat kepada rakyat.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danramil Katibung Kapten Infanteri Sobirin. Jembatan ini menghubungkan Desa Talang Jawa, Kecamatan Merbau Mataram, dan Desa Neglasari, Kecamatan Katibung.

Warga kedua kecamatan berharap pembangunan jembatan mendukung aktivitas ekonomi dan sosial dengan lebih produktif. Keberhasilan proyek ini bakal menjadi warisan nyata pengabdian TNI yang manfaatnya kangsung dirasakan masyarakat.

Infrastruktur Jembatan Perintis Garuda diproyeksikan mendongkrak kesejahteraan petani lokal melalui percepatan distribusi hasil bumi menuju pasar. Keterlibatan aktif TNI di lapangan bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat akar rumput.

Proyek  Jembatan Perintis Garuda mendapat apresiasi tinggi anggota DPRD Lampung Selatan. Wakil rakyat mendukung inisiatif TNI Angkatan Darat dalam memberikan solusi konkret atas kesulitan masyarakat terhadap akses jalan. Masyarakat dan terutama anak-anak sekolah tidak perlu menyeberangi sungai arus deras dengan risiko kecelakaan atau tenggelam dan berisiko kehilangan nyawa.

Anggota dewan dan masyarakat antusias menyambut pembangunan jembatan untuk mendorong percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

GELLY ANTHONIYOS
 




Kodam Radin Inten Mulai Bangun Jembatan Gantung Garuda

WAY BUNGUR (1/4/2026) – Kodam XXI Radin Inten Lampung mulai membangun Jembatan Gantung Garuda di Sungai Batanghari, Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, Rabu 1 April 2026. Jembatan ini membuka akses masyarakat sambil menunggu realisasi jembatan permanen dari pemerintah pusat.

Kepala Staf Kodam (Kasdam) Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto meletakkan batu pertama Jembatan Gantung Garuda. Acara dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah serta Forkopimda Lampung dan Lampung Timur.

Jembatan Gantung Garuda merupakan salah satu dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV Kodam Radin Inten. Program ini terdiri 20 jembatan gantung masing-masing 10 titik di wilayah Lampung dan 10 titik di Bengkulu.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda sepanjang 120 meter melibatkan  TNI Angkatan Darat, Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Timur. Pekerjaan ditargetkan selesai satu bulan. Jembatan ini khusus akses kendaraan roda dua dan jalan kaki.

Jembatan Gantung Garuda menjadi solusi jangka menengah untuk membuka akses masyarakat Desa Kali Pasir dan Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur. Akses pelajar dan masyarakat selama ini mengandalkan perahu getek dengan risiko kecelakaan tinggi.

Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sedang mempersiapkan pembangunan jembatan permanen. Persiapan sudah sampai tahap pembebasan lahan oleh Pemkab Lampung Timur.

Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan sambutan Pangdam Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengenai Jembatan Gantung Garuda sebagai solusi jangka menengah untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah.

Jembatan tersebut sekaligus menjadi simbol gotong-royong TNI dan pemerintah daerah. Realisasi proyek jembatan menegaskan komitmen TNI selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu percepatan pembangunan daerah sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

MUHAMMAD FARID

Selasa, 31 Maret 2026

Umat Hindu Lampung Tengah Melasti di Pantai Pasir Putih

KATIBUNG (31/3/2026) – Umat Hindu asal Lampung Tengah mendatangi Pantai Pasir Putih di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan untuk melaksanakan upacara melasti. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Nyepi.

Upacara melasti bertujuan menyucikan jiwa dan raga serta membersihkan diri baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan Nyepi. Ritual diawali dengan arak-arakan dari area parkir Pantai Pasir Putih menuju pantai diiringi mantra dan kidung suci sebagai simbol penyucian diri.

Para wasi melanjutkan ritual dengan melakukan labuhan sarana upacara meliputi gunungan, pratima, dan berbagai bentuk sesembahan ke tengah laut.

Upacara melasti membawa berbagai peralatan persembahyangan, benda-benda pusaka, buah-buahan, hingga ternak untuk dilarung. Hal ini dilakukan sebagai bentuk permohonan petunjuk dan tuntunan agar dapat menjalani kehidupan harmonis. Upacara mdi pantai ini juga dimaknai sebagai momen menghadap Hyang Baruno serta melabuh segala kekotoran alam.

Pemilihan Pantai Pasir Putih sebagai tepat upacara melasti karena kondisi atmosfer spiritual serta nilai sejarah lokasi cukup kuat. Seluruh rangkaian upacara melasti mengacu pada tema besar yaitu hamemayu hayuning bawana jagad Nusantara.

GELLY ANTHONIYOS

Mantan Bupati Pesawaran Gugat Dakwaan Jaksa SPAM

BANDARLAMPUNG (31/3/2026) – Terdakwa Dendi Ramadhona menyampaikan eksepsi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesawaran di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa 31 Maret 2026.

Dendi melakukan proyek SPAM bersama empat terdakwa lainnya yakni Zainal Fikri selaku mantan Kepala Dinas PUPR Pesawaran, Adal Linardo, Syahril Ansyori serta Syahril masing-masing disebut sebagai peminjam perusahaan pelaksana proyek.

Dalam persidangan tersebut, Sopian SItepu sebagai tim penasihat hukum Dendi menyampaikan nota perlawanan (eksepsi) dan menilai surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak disusun secara cermat serta mengandung sejumlah kelemahan mendasar.

Dakwaan jaksa disebut tidak memenuhi ketentuan formil dan materiil sebagaimana diatur dalam Pasal 143 KUHAP. Salah satu poin krusial yang dipersoalkan adalah ketidakjelasan pencantuman pasal terkait perbuatan berlanjut dalam rentang waktu panjang yakni sejak 2019 hingga 2024.

Tim penasihat hukum juga mempertanyakan penerapan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor. Mereka menilai jaksa seharusnya merujuk pada aturan terbaru menyesuaikan dengan KUHP.

Tak hanya menyasar aspek regulasi, kuasa hukum juga menyoroti perbedaan angka kerugian negara dalam surat dakwaan. Menurut mereka, nilai tersebut tidak sinkron dengan fakta penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di lapangan.

Sopian Sitepu mengatakan dakwaan jaksa tidak cermat, baik secara formil maupun materiil. Karena itu pihaknya berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan nota perlawanan tersebut demi tegaknya keadilan dalam perkara ini.

ADI SUSANTO




Mucikasi Panjang Tewas Ditikam Gegara Ribut Tarif Layanan Seks

BANDARLAMPUNG (31/3/2026) – Kawasan hiburan malam Pemandangan, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, tiba-tiba mencekam begitu seorang mucikari tewas ditikam oleh pria diduga pelanggan jasa pemandu lagu, Selasa 31 Maret 2026.

Muncikari bernama Nurma, 41 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah usai pada waktu dinihari. Pembunuhan itu bermula ketika dua pria mendatangi kafe karaoke milik korban. Mereka memesan dua pemandu lagu (PL) untuk menemani karaoke, sekaligus diduga meminta layanan seksual.

Namun, transaksi berubah menjadi pertikaian panas. Kedua pria itu cekcok dengan Nurma terkait tarif pembayaran. Suasana menjadi tegang hingga emosi memuncak. Diduga karena pengaruh minuman keras, salah satu pelaku mencabut pisau dan menyerang korban.

Nurma tersungkur dengan kondisi bersimbah darah. Pemilik kafe karaoke ini mengembuskan napas terakhir. Tak berhenti di situ, amukan pelaku juga menyasar salah satu anak buah Nurma bernama Dian Anggaraini. Korban mengalami luka sabetan bagian wajah dan tangan hingga dirawat rumah sakit.

Kedua pelaku kabur menggunakan sepeda motor. Polsek Panjang bersama Satreskrim Polresta Bandarlampung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Jasad Nurma dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk proses autopsi.

ADI SUSANTO

 
×
×
data-ad-slot="9110068254" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true">