Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk fungsi pengawasan
legislatif untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi
teknis, volume pekerjaan, serta ketentuan kontrak yang telah ditetapkan.
Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Pesisir
Barat, Elya Triskova, didampingi Sekretaris Komisi II, Gusti Kadek Artawan,
serta anggota Komisi II, Riza Pahlevi dan Ali Rahman.
Dalam peninjauan di lapangan, Komisi II menemukan sejumlah
titik beton jenis rigid atau rabat yang baru saja dikerjakan sudah mengalami
keretakan.
Baru dibangun, sudah retak. Baru dicor, sudah hancur. Itulah
potret proyek jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesisir
Barat yang ditemukan saat kunjungan tersebut.
Sekretaris Komisi II DPRD Pesisir Barat, Gusti Kadek
Artawan, mengatakan, banyak keretakan di beberapa titik mengindikasikan adanya
dugaan kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kami melihat banyak keretakan di beberapa titik. Kualitas
pasir ataupun volume semennya jangan-jangan kurang,” ujar Gusti Kadek.
Senada, anggota Komisi II dari Fraksi PKB, Riza Pahlevi,
menilai pengawasan proyek tersebut tidak berjalan maksimal. Saat meninjau
lokasi pekerjaan, material yang digunakan dinilai tidak memenuhi spesifikasi
yang ditetapkan.
Pengawasan ini dinilai penting mengingat proyek infrastruktur
jalan menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Karena itu,
kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas, bukan sekadar mengejar penyelesaian
proyek.
Adapun empat proyek jalan yang ditinjau Komisi II DPRD
Pesisir Barat, yakni:
1.Pembangunan Akses Jalan Rumah Sakit – Way Batu senilai
Rp1,5 miliar
2.Rehabilitasi Jalan Kampung Jawa – Sukanegara, Pesisir
Tengah senilai Rp2,2 miliar
3.Pembangunan Jalan Lingkar TPA senilai Rp500 juta
4.Peningkatan Jalan Kamboja, Pekon Kampung Jawa senilai
Rp500 juta
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Pesisir
Barat maupun pihak rekanan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan
tersebut.