Kamis, 05 November 2026

Baru dicor hancur, DPRD sidak proyek miliaran.

 PESISIR BARAT (05/11/2026) - Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat proyek pembangunan jalan yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah, Rabu (4/11/2026).

Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk fungsi pengawasan legislatif untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta ketentuan kontrak yang telah ditetapkan.

Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Pesisir Barat, Elya Triskova, didampingi Sekretaris Komisi II, Gusti Kadek Artawan, serta anggota Komisi II, Riza Pahlevi dan Ali Rahman.

Dalam peninjauan di lapangan, Komisi II menemukan sejumlah titik beton jenis rigid atau rabat yang baru saja dikerjakan sudah mengalami keretakan.

Baru dibangun, sudah retak. Baru dicor, sudah hancur. Itulah potret proyek jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesisir Barat yang ditemukan saat kunjungan tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Pesisir Barat, Gusti Kadek Artawan, mengatakan, banyak keretakan di beberapa titik mengindikasikan adanya dugaan kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi.

“Kami melihat banyak keretakan di beberapa titik. Kualitas pasir ataupun volume semennya jangan-jangan kurang,” ujar Gusti Kadek.

Senada, anggota Komisi II dari Fraksi PKB, Riza Pahlevi, menilai pengawasan proyek tersebut tidak berjalan maksimal. Saat meninjau lokasi pekerjaan, material yang digunakan dinilai tidak memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Pengawasan ini dinilai penting mengingat proyek infrastruktur jalan menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Karena itu, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek.

Adapun empat proyek jalan yang ditinjau Komisi II DPRD Pesisir Barat, yakni:

1.Pembangunan Akses Jalan Rumah Sakit – Way Batu senilai Rp1,5 miliar

2.Rehabilitasi Jalan Kampung Jawa – Sukanegara, Pesisir Tengah senilai Rp2,2 miliar

3.Pembangunan Jalan Lingkar TPA senilai Rp500 juta

4.Peningkatan Jalan Kamboja, Pekon Kampung Jawa senilai Rp500 juta

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Pesisir Barat maupun pihak rekanan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

 

YUAN ANDESTA

Adik-Adik Paud Belajar Jadi Pemberani Lawan Bencana Bareng Kakak Damkar!

 LAMPUNG SELATAN (05/11/2026) - Hai adik-adik! Ada kegiatan seru di sekolah-sekolah di Lampung Selatan. Kakak-kakak Damkar datang langsung untuk mengajari kita cara jadi anak pemberani saat ada bencana.

Kegiatan ini namanya program DUDIDAM. Program ini untuk adik-adik mulai dari PAUD sampai SMA. Jadi kita bisa belajar sejak kecil.

Kenapa kita harus belajar? Karena di Lampung Selatan bisa terjadi gempa, tsunami, atau kebakaran. Kalau kita sudah tahu caranya, kita tidak mudah takut dan tidak panik.

Belajarnya sambil bermain, lho! Ini yang kita pelajari:

1. Kenali Barang Berbahaya

Kita belajar barang apa saja yang tidak boleh dimainkan, seperti korek api dan benda tajam.

2. Sembunyi Saat Gempa

Kalau ada gempa, cepat sembunyi di bawah meja yang kuat, pegang kaki meja, dan lindungi kepala.

3. Belajar Pakai Tandu dan Padamkan Api

Kita juga belajar menolong teman pakai tandu dan cara memadamkan api kecil bersama Kakak Damkar.

Teman kita, Nazwa dari PAUD di Palas, senang sekali! Katanya belajar bareng Kakak Damkar itu asyik. Apalagi di akhir acara ada main air mancur, jadi tambah seru!

Kak Rully Fikriansyah dari Damkar Lampung Selatan bilang, program ini supaya adik-adik jadi berani, percaya diri, dan tahu cara melindungi diri.

Jadi ingat ya: Jangan panik, ingat pelajaran Kakak Damkar, dan cari tempat yang aman!Belajar siaga bencana sejak kecil itu seru dan keren, kan?

 

ROY SHANDY

Selasa, 03 November 2026

Angin Puting Beliung Terjang Raman Utara, 10 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

 LAMPUNG TIMUR (03/11/2026)  – Hujan deras disertai angin puting beliung melanda sejumlah desa di Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, beberapa waktu lalu. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur, Muhammad Ridwan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, akibat angin kencang sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan beberapa pohon besar tumbang.

"Dari data sementara, ada empat desa yang terdampak. Rata-rata kerusakan berupa atap rumah yang rontok dan pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Muhammad Ridwan.

Adapun rincian desa yang terdampak yaitu Desa Ratna Daya sebanyak lima rumah rusak, Desa Raman Fajar dua rumah rusak ringan, Desa Raman Endra dua rumah rusak, dan Desa Kota Raman satu kios di area lapangan Raman terjungkal akibat angin.

BPBD Lampung Timur mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Raman Utara, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat sudah memasuki musim penghujan yang berpotensi disertai angin kencang dan bencana hidrometeorologi lainnya.

 

 

MUHAMMAD FARID

Egrek Nyangkut Kabel, 2 Pemanen Sawit di Lampung Tengah Tewas Seketika

 LAMPUNG TENGAH  (03/11/2026) - Dua warga asal Gunung Sugih, Lampung Tengah, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melakukan aktivitas panen kelapa sawit di wilayah Kampung Sidowaras, Kecamatan Bumi Ratu Nuban. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial TR dan TS diduga tersengat listrik setelah alat panen sawit atau egrek yang digunakan menyangkut kabel PLN yang menjuntai di sekitar lokasi kebun, tepatnya di area dekat sungai.

Kapolsek Bumi Ratu Nuban, Ipda Dony Try, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat kedua korban membeli buah sawit dari warga setempat dan kemudian melakukan pemanenan.

"Saat proses panen berlangsung, egrek diduga tersangkut kabel listrik PLN yang berada di sekitar lokasi. Satu korban tersengat listrik, kemudian rekannya berusaha memberikan pertolongan sehingga turut tersengat," ujar Ipda Dony.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban meninggal dunia di lokasi. Petugas Polsek Bumi Ratu Nuban bersama warga setempat segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya petani dan pemanen sawit, untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama keberadaan jaringan listrik PLN yang berpotensi membahayakan keselamatan kerja.

 

ADI SUSANTO

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Lampung Utara Dorong Peran Aktif Generasi Muda

 LAMPUNG UTARA (03/11/2026) –  Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati, Rabu (28/10/2026). Momentum ini dimaknai sebagai penguatan peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah dan nasional.

Mengusung tema nasional "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu", peringatan tahun ini menekankan pentingnya partisipasi aktif pemuda dalam menjawab tantangan zaman. Pemuda didorong tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi aktor perubahan melalui ide, kreativitas, dan karya nyata.

Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Wakil Bupati Romli, Sekretaris Daerah Lekok Intji Indriati, jajaran Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta Kepala Perangkat Daerah.

Hadir pula Ketua TP-PKK Lampung Utara Meri Farida Hamartoni, Ketua I TP-PKK Betty Viviyanti Romli beserta jajaran, serta perwakilan organisasi wanita dan organisasi pendamping TNI-Polri seperti IKKAD, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Jalasenastri.

Dalam amanatnya, semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 kembali ditegaskan sebagai tonggak persatuan nasional. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan untuk membangun bangsa.

Nilai tersebut dinilai harus terus diwariskan. Di tengah derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, dan kompetisi global, pemuda dituntut adaptif, meningkatkan kualitas SDM, serta menguasai keterampilan dan inovasi agar mampu bersaing.

Pemkab Lampung Utara menilai, keterlibatan pemuda di berbagai sektor menjadi kunci percepatan pembangunan, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif dan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan sosial budaya.

Selain kompetensi, semangat nasionalisme, toleransi, dan gotong royong juga menjadi penekanan. Pemuda diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan dan menangkal perpecahan di tengah keberagaman.

Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, ASN, organisasi kepemudaan, pelajar, Pramuka, hingga elemen masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui peringatan ini, Pemkab Lampung Utara berkomitmen terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi, dan berkontribusi nyata dalam membangun Lampung Utara yang maju dan Indonesia yang bersatu.

 

ADI SUSANTO  

Senin, 02 November 2026

Imigrasi Lampung Ungkap Dugaan Perkawinan Pesanan LIbatkan Wna

 BANDAR LAMPUNG (02/11/2026) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung membongkar dugaan praktik perkawinan pesanan yang melibatkan empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) di Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Pengungkapan ini dilakukan melalui Operasi Intelijen Keimigrasian yang digelar bersama Kepolisian Resor Pesawaran pada Senin (2/11/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran petugas, ditemukan dugaan pola perkenalan antara WNA asal Tiongkok dengan perempuan WNI melalui pihak perantara. Kedua perempuan tersebut diduga diiming-imingi uang hingga puluhan juta rupiah dan emas belasan gram.

Setelah itu, korban dinikahi secara siri dan direncanakan akan dibawa ke Tiongkok.

Saat ini petugas masih mendalami dugaan pemberian uang dan barang, komunikasi antar pihak, hingga rencana keberangkatan kedua perempuan tersebut ke Tiongkok.

Pemeriksaan juga mencakup dokumen perjalanan, izin tinggal, serta kesesuaian maksud dan tujuan kedatangan para WNA selama berada di Indonesia.

Pemeriksaan terhadap enam orang tersebut telah berlangsung pada 29 hingga 31 Oktober 2026. Mereka terdiri dari dua WNI berinisial MS (21) dan STP (19), serta empat WNA asal Tiongkok berinisial SD (39), DC (33), YH (37), dan ZH (32).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Lampung, Nur Raisha Pujiastuti, menegaskan bahwa dugaan perkara ini tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi keimigrasian, tetapi juga menyangkut perlindungan perempuan dan potensi eksploitasi.

Pihaknya menambahkan, seluruh informasi dan temuan yang diperoleh masih dalam proses pendalaman, termasuk untuk menelusuri kemungkinan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

 

DANDI SUCIPTO

POHON KELAPA ROBOHKAN DUA RUMAH DI KOTA AGUNG

 TANGGAMUS (02/11/2026) -  Nasib pilu menimpa dua keluarga di Kota Agung. Rumah yang menjadi tempat berteduh dan membesarkan anak-anak mereka kini hancur berantakan setelah tertimpa pohon kelapa yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu langit mendadak gelap, hujan turun sangat deras disertai angin yang meraung kencang.

Pohon kelapa tua yang tinggi di belakang rumah Sudirman (46) tak kuat menahan terjangan angin hingga batangnya patah. Sempat tersangkut di pohon durian, namun akhirnya lepas dan menghantam dengan keras.

Rumah Sudirman menjadi korban pertama. Atap sengnya langsung ringsek tertimpa batang pohon yang besar. Tak berhenti di situ, pohon itu juga menimpa dapur rumah tetangganya, Bu Asih.

Saat kejadian, Sudirman sedang berada di dalam rumah bersama anaknya. Mendengar angin kencang, ia panik dan langsung memeluk anaknya lalu berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Hal serupa dialami Bu Asih. Ia sedang berada di kamar mandi, lalu suaminya berteriak memanggilnya untuk segera keluar bersama anaknya.

Kini yang tersisa hanya puing-puing. Rumah Sudirman rusak hampir 70 persen, atap seng hancur, pintu jebol, kaca pecah, kursi dan lemari pakaian hancur. Sementara rumah Bu Asih rusak di bagian atap dapur.
Keduanya hanya bisa duduk termenung di depan rumah yang porak-poranda, menatap sisa bangunan dengan mata berkaca-kaca, bingung harus memulai dari mana lagi.



HARDI SUPRAPTO

Penganiaya di Lampung Timur Ditangkap Setelah Korban Meninggal di Kafe

 LAMPUNG TIMUR (02/11/2026) -  Seorang pria berinisial R (28) ditangkap jajaran Polres Lampung Timur terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di sebuah kafe di Kabupaten Lampung Timur.

Kapolsek Pasir Sakti, AKP Ahmad Mardiansyah Putra mengatakan, pelaku diamankan di Dusun Muara Belukang, Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, pada Kamis (29/10/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

"Pelaku diamankan setelah pihak keluarga bersama kepala desa menyatakan kesediaan untuk menyerahkan tersangka kepada polisi," ujar AKP Ahmad Mardiansyah, Jumat (30/10/2026).

Peristiwa tersebut bermula saat korban Randi Pratama (27) datang bersama dua rekannya ke kafe milik pelaku pada Kamis dini hari. Setelah selesai, korban melakukan pembayaran tagihan makan sebesar Rp700 ribu.

Korban membayar melalui transfer sebesar Rp1 juta. Namun menurut keterangan, dana yang diterima hanya Rp1.000. Istri pelaku kemudian menghubungi korban untuk meminta klarifikasi dan memintanya kembali ke kafe.

Pertemuan untuk klarifikasi pembayaran tersebut berujung cekcok antara korban dengan istri pelaku. Pelaku yang melihat kejadian itu kemudian melakukan penyerangan terhadap korban.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Lampung Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut




ADI SUSANTO. 

Sabtu, 31 Oktober 2026

Tiket STNK Hangus Terbakar, Klaim Korban KMP Batu Mandi Dipersulit ASDP

 LAMPUNG SELATAN (31/10/2026) -  Niatnya berangkat gagah membawa nama Lampung untuk pentas Tari Gandrung di Banyuwangi, Jawa Timur bersama dua anak didiknya, justru berakhir jadi petaka di atas KMP Batu Mandi yang terbakar pada 21 Oktober lalu dalam pelayaran Bakauheni - Merak.

Saat alarm bahaya meraung, ia tahu maut sedang dekat. Ia berlari menggandeng dua anak didiknya ke dek atas mencari pelampung, namun pelampung sudah habis direbut penumpang lain yang panik. Asap hitam pekat membubung, ledakan demi ledakan terdengar dari perut kapal. Hanya doa yang bisa ia panjatkan sambil memeluk anak didiknya agar tak terpisah.

Beruntung, ketiganya berhasil melompat ke sekoci penyelamat. Begitu kaki menginjak kapal penyelamat di tengah laut, Purnomo langsung sujud syukur. Nyawa selamat, tapi tidak dengan harapan.

Seluruh kostum Tari Gandrung kebanggaannya, yang ia jahit dan rawat bertahun-tahun dengan susah payah, hangus menjadi abu. Uang tunai untuk bekal pentas dan barang berharga lainnya pun ludes dilalap api. Kerugian Rp16 juta itu bukan sekadar angka, itu adalah keringat dan mimpinya yang ikut terbakar.

Kepedihan kian dalam saat ia mengurus ganti rugi ke PT ASDP Bakauheni. Ia justru kebingungan dimintai bukti tiket dan STNK, padahal semua dokumen itu sudah hangus bersama kendaraan di dalam kapal. Ia hanya memegang luka dan trauma, terutama trauma mendalam yang dialami dua anak didiknya.

Kini, ia hanya bisa menunggu dengan mata berkaca-kaca, berharap ada keadilan dan ganti rugi yang sepadan untuk kostum tari dan uang yang telah hilang di lautan api itu.



ROY SHANDY