Sekitar 330 pedagang kehilangan tempat berjualan di pasar sayur yang sudah berusia puluhan tahun itu. Mereka tampak kebingungan pada Kamis Subuh pukul 04.00. Apalagi di bawah pengawasan ketat petugas Satpol PP Kota Metro.
Sejak awal September lalu, Kepala Dinas Perdagangan Metro Leo M. Hutabarat, memang, sudah warning lewat media. Ia akan menurunkan 267 personal untuk menertibkan pedagang pasar pagi yang berjualan sayur, ikan, keperluan masak, dan buah-buahan itu.
Rencana pembongkaran, bahkan, seharusnya 6 September lalu. Pedagang akan direlokasi ke Pasar Cenderawasih, Mega Mall, dan Terminal Kota Metro. Tiga kawasan yang sedang dibangun oleh para pengembang.
“Terserah Pemerintah dan yang punya duit saja,” kata Warni, yang tampak kelelahan dan masih mencoba berjualan pada Kamis Pagi 12 Oktober 2017.
Misno, pedagang lain menyatakan pasrah. Sejak Lebaran lalu Pemerintah dan pengembang sudah menakut-nakuti mereka. “Lebih baik pindah dan minggir aja. Walikota perlu keindahan. Hanya rakyat yang berduit yang bisa membayarnya,” katanya.
Menurut catatan Lampung TV, dalam rencana anggaran Tahun 2017, Pemerintah Kota Metro tidak menyertakan pembinaan pedagang kaki lima. Pada Tahun 2016 ada rencana anggaran Penataan Tempat Berusaha bagi Pedagang Rp156 juta. Pada Tahun 2015 ada rencana anggaran Penataan Tempat Berusaha bagi Pedagang Kaki Lima dan Asongan Rp188 Juta.
Tomy Chandra
Tomy Chandra
0 comments:
Posting Komentar