Dimulai dari Tahun 1975, hancengan menjadi kesibukan sekaligus kemeriahan tersendiri bagi warga selama dua hari terakhir. Apalagi jumlah yang diarak pada Sabtu, 16 Desember 2017, mencapai dua puluhan. Selain makanannya harus disiapkan, tempatnya harus dihias, hancengan ditandu ke Mushala Hustanul Abidin, Dusun Pematang alias memerlukan tenaga minimal empat orang.
Dalam prosesi arak-arakan, hancengan juga diramaikan kaum wanita, yang terdiri dari rombongan rebana dan shalawatan. “Suasana ramai pada setiap maulid,” kata Khamroni, kepala Desa Tanjung Agung.
Hingga saat ini, biaya hancengan merupakan swadaya masyarakat. “Tahun lalu jumlahnya 16. Sekarang meningkatkan menjadi 20-an,” kata Ketua Panitia Suhaili.
Penceramah yang diundang dalam acara maulid tersebut adalah Habib Umar Bin Abdulah. Selesai mendengarkan maulid Nabi, seluruh isi hancengan dibagi-bagi ke seluruh warga. Sedangkan yang ikut mendengar maulid mendapat "kresek berkah" dari masjid.
HARNO IRAWAN DAN IWANSYAH
0 comments:
Posting Komentar