Kenalkan: Gula Sawit dari Bangunrejo, Lampung

BANGUNREJO – Namanya gula sawit. Ada yang juga menyebut gula nira sawit. Produknya sama dengan gula merah yang terbuat dari aren. Hanya warnanya cokelat kekuning-kuningan, tidak bisa cokelat kemerah-merahan seperti produk nira.

Samaji, warga kampung Timbulrejo,  Bangunrejo, Lampung Tengah, sudah enam tahun memproduksi gula sawit.  Karena penjualannya dari Lampung sampai Aceh, industri gula jenis ini sudah dicontoh juga di Riau dan Jambi.

Sejak muda, profesi bapak beranak dua itu penyadap pohon kelapa, yang kemudian diproduksi menjadi gula merah. Ketika pohon kelapa mulai langka, ia mencoba-coba menyadap sawit. “Setelah dua kali gagal, akhirnya air keluar juga,” katanya.

Batang sawit yang ia cari yang sudah tidak produktif. Dari setiap batang, air nira yang keluar 10 liter. “Air yang keluar dari kelapa dan sawit sama saja. Mengeluarkan minyak,” katanya.

Samaji memproduksi 1 sampai 2 kuintal per hari. Pada hari Minggu, 24 Desember 2017, harga jual per kilo Rp10.200. “Yang jadi persoalan saat ini batang sawit tua, yang sudah tidak produktif, susah dicari,” katanya.

Kepala Desa Timbulrejo Juliman mengatakan setidaknya 20 KK mencari nafkah dengan industri itu saat ini. Ia sedang mencoba mengusulkan permodalan mereka ke dalam ADD dalam musyawarah desa pada Tahun 2018. “Tetapi itu kalau disetujui,” katanya.

SIGIT S

0 comments:

Posting Komentar