Selama puluhan tahun, sang pemilik lahan, PTPN VII juga tak usil. Maklum, para pemilik sapi, yang umumnya tinggal di Bekri, Gorasjaya, Mejakarjaya, Bumijaya, dan Karangtani, masih karyawan atau bekas pekerja di sana.
Lagi pula tak ada peternak yang serakah . Acak, misalnya, hanya memiliki 20 ekor, itu pun hasil memiara dari satu sapi menjadi dua sapi dari Tahun 1999.
Sapi yang dipiara juga umumnya sapi merah, yang harga jualnya separo lebih murah dari sapi putih. Mereka bukan tidak ingin memiliki uang Rp20 sampai Rp25 jutaan dari satu ekor, tetapi kemampuan beli sapi warga sekitar hanya untuk yang Rp10 jutaan.
Seperti saling membantu, meski rerumputan di Bekri tergolong lebat dibandingkan perkebunan sawit yang lain, lahan pepohonan selalu bersih. Sapinya pun betah tinggal di sana. Banyak dari pemiliknya hanya mengontrol sekali sepekan.
Sebuah berkah alam yang kadang tidak disadari. Harga daging di Lampung Tengah paling stabll dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.
FERY SETIADI DAN ZEN SUNARTO
0 comments:
Posting Komentar