Kenalkan, Sanggar Sebabangan dari Punduh Pidada

PUNDUH PIDADA (15/1/2018)  – Mereka menyebut diri Sanggar Sebabangan. Nama yang melekat dengan adat dan seni budaya Lampung Pesisir, terutama dengan tempat mereka tinggal di Rusaba, Punduh Pidada, Pesawaran.

Siang itu, dengan anggota 34 orang, Ketua  Sanggar Thamrin Gelar Pengawas, Sekretaris Badri Ibrohim, dan Bendahara Salamah latihan “ngarak”, sebagaimana lazimnya dilakukan pengantin pria di Pesisir Lampung untuk menandai diri telah resmi menikahi seorang wanita.

Di bagian depan, anak-anak remaja berpakaian pesisir membawakan pencak silat dan tari pedang. Di belakangnya para wanita  melantunkan shalawat, yang juga dikenal adopsi dari zikir lama dan zikir baru.

Saat tiba di rumah pengantin, tim nasyid,  dengan penyanyi  Rinta dan  Maini, melantunkan syair-syair Pesisir. Sanggar Sebaban menambahnya dengan lapaz kalimat Allah, yang diucapkan  dengan berhadap-hadapan, sambil mendendangkan gambus, yang kerap  dipakai saat “betamat”, acara arak-arakan bujang gadis dari tempat guru ngaji.

Thamrin mengatakan mereka membuat sanggar itu agar anak-anak dan remaja tidak melupakan budaya pesisir Lampung. “Apalagi kami dengar kawasan ini sampai Kiluan menjadi target wisata Pemerintah,” katanya.

MAULANA AS

0 comments:

Posting Komentar