Ratusan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam itu ingin menyampaikan aspirasi kepada DPRD. Mereka melihat Pemerintahan Jokowi tidak pro dengan rakyat. Sebagian dari mereka membawa keranda dan membakarnya di depan Gedung Wakil Rakyat itu.
Saling dorong terjadi karena Satpol PP menghalangi mahasiswa dengan portal dan barisan antihuru hara. Lalu ada yang memprovokasi dengan melemparkan air mineral dan bendera. Kedua pihak, terutama di bagian depan, menjadi emosi.
Kericuhan mereda setelah Wakil Ketua DPRD Pattimura menemui ratusan mahasiswa dan mempersilakan mereka masuk ke Gedung Wakil Rakyat itu.
Kepada Anggota DPRD yang berada di sana, mahasiswa HMI menilai Jokowi gagal menjadi presiden. Mereka juga menganggap nilai tukar rupiah terhadap dollar menyentuh Rp15 ribu karena Jokowi memaksakan pembangunan infrastruktur, yang bersumber dari utang luar negeri.
PANDAWA AF
0 comments:
Posting Komentar