Meski demikian, pada beban puncak, demikian Julita Indah, PLN tidak menjamin kondisi tersebut jika konsumen tidak menghemat listriknya. Ia memisalkan dengan kebiasaan menyeterika di malam hari atau jika di sebuah rumah seluruh ac terpasang.
Ditemani GM KITTSBs R. Bambang Anggoro dan Manager Area Pengatur Distribusi Akbar Patonangi, GM PLN menjelaskan kebutuhan puncak listrik Lampung saat ini mencapai 1 gigawaat. Ketika alat pengangkut batubara di Sebalang terbakar, sumber berkurang 165 MW. “Namun sekarang tinggal 15-18 MW,” kata Julita.
Khusus perbaikan PLTU Sebalang (2 x 80 MW), Julita mengatakan pihaknya tetap menargetkan 3 bulan, namun mereka berusaha lebih cepat. Wartawan tidak diperkenankan mengambil gambar di lokasi PLTU yang rusak.
JUHARSA ISKANDAR
0 comments:
Posting Komentar