Jalan tersebut makin hari sepi, berimbas terhadap penjual yang akhirnya sulit menjual dagangannya. Pengguna jalan menuju Pelabuhan Bakauheni dan daerah ke wilayah Sumatera, berpindah ke jalan tol.
"Sehari paling dapat Rp50 ribu, itu juga belum untung. Lama kelamaan kami nombok, buat bayar listrik tidak cukup," kata Rista, penjual kerupuk kemplang, Ahad, 17 Maret 2019.
Hal senada dialami rekannya, Monica Sinaga. Kendaraan yang lewat dari Panjang sepi total, pedagang biasanya rata-rata dapat omzet Rp1 juta per hari, kini tak menentu. "Hari ini dapat, besok-besok belum tentu," katanya.
Mereka berharap pemerintah memberikan kesempatan kepada pedagang berusaha di rest area jalan tol.
DEDI KAPRIYANTO
0 comments:
Posting Komentar