Kedelapan siswa SD tidak mengetahui salah mereka. Namun seorang perwakilan guru SDN 2 Mulya Kencana meminta para wali murid membuat pernyataan agar siswa tidak lagi memalak siswa kelas II atas pengaduan seorang guru yang lain.
Yang membuat para murid menjadi trauma, salah seorang guru juga melakukan pemotretan dengan ponsel, dengan ancaman akan memberikan foto siswa kepada polisi. Ini membuat anak-anak tersebut ketakutan.
Para siswa SD mengatakan setidaknya tiga guru yang memukul, menendang, menjambak, dan mengintimidasi mereka: Sla, FM, dan NIS. “Guru-gurunya galak,” kata salah seorang.
Para guru tidak mengakui memukul para siswa. Slamet, salah seorang guru, mengatakan ia hanya berpura-pura hendak memotret siswa dan menyebut akan melaporkannya kepada polisi. Ia tidak sadar hal tersebut membuat trauma anak SD yang masih kelas 3 tersebut.
ALIYUDIN
0 comments:
Posting Komentar