Perbedaan honor Ketua dan anggota PPS tersebut dijumpai di Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Bahkan di TPS yang berbeda di Kalianda, ada yang mengaku menerima Rp500 ribu, ada pula Rp800 ribu.
Gustianda, misalnya, anggota PPS di salah satu TPS di Lampung Selatan, mengaku menerima Rp800 ribu, tetapi Surya Saputra, petugas lain, menyebut menerima Rp500 ribu. Itu pun menurutnya, belum terima apa pun saat Pemilu 2019 berlangsung.
Sukislan, Ketua PPS TPS 6 Candirejo, Way Pengubuan, Lampung Tengah, mengaku menerima Rp500 ribu. Honornya sama dengan pemilihan gubernur, tetapi pekerjaannya lebih banyak pada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif.
Di Lampung Utara penerimaan honor dipotong pajak 6 persen. Siswo Margono, ketua KPPS 151, Rejosari, Kotabumi Kota, Lampung Utara, mengatakan menerima Rp517 ribu. Sementara anggotanya Ifrohansyah diberikan Rp470 ribu.
Umumnya petugas PPS tersebut melihat KPU tidak profesional. Siswo dari Lampung Utara memisalkan dengan acak kadutnya data pemilih, satu keluarga memilih di TPS yang berbeda. Sedangkan Sukislan dari Candirejo, Lampung Tengah, melihat KPU tidak melihat jumlah DPT yang mereka layani. “Di sini satu TPS DPT-nya mencapai 460 warga,” katanya.
Ridwan, KPPS di Lampung Selatan, mengatakan rata-rata dari mereka bekerja full, tidak mengenal siang dan malam untuk menuntaskan Pemilu 2019 karena tugas untuk negara. “Kalau itung-itungan, kemarin saya sakit aja habis Rp500 ribu. Gak sepadan,” ujarnya.
ZEN SUNARTO, GELLY, ADI SUSANTO
Honor pps dan oprasional. tak kunjung kluar.... Janji awal 2 bln sampai skrang blm ada kabar...
BalasHapus