Meski luapan tidak sebesar dua pekan lalu, banjir bandang membuat jalan di permukiman warga berubah menjadi sungai. Tinggi air di dalam rumah minimal selutut. Sedangkan di persawahan dan tambak mencapai 1 hingga 2 meter.
Hingga Rabu Sore, genangan banjir masih belum surut. Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat menerobos mogok di tengah. Beberapa dari mereka berusaha mengeringkan knalpot dengan menunggingkannya.
Banjir terparah terjadi di Pekon Karang Anyar. Selain membuat jalan menuju Karangrejo menjadi sungai, air masuk ke dalam rumah, ratusan hektare sawah baru berusia 1 hingga 2 bulan terendam lumpur. Tambak dan kolam iklan ludes disapu banjir.
Topari, warga Pekon Karang Anyar mengatakan, seperti dua pekan sebelumnya, banjir bandang datang mendadak. Belum ada tanda-tanda pada pagi hari. Namun selepas siang, air datang dari mana-mana.
Warga Pekon Karang Anyar itu mengharapkan Pemerintah memperhatikan kembali bantaran sungai dan menormalisasi kali yang tidak dapat menampung banjir bandang.
HARDI SUPRAPTO
Posting Komentar