Tanpa keterlibatan Pemerintah, jalan ini sebenarnya sering ditutup dengan sabes oleh warga. Pada musim kemarau aman. Namun saat hujan datang beberapa kali, pasir kembali hanyut, dan kubangan semakin ramai.
Jalan Lintas ini strategis bagi warga Pekon Srikaton dan Adiluwih karena satu-satunya jalan untuk menuju Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Tengah.
Ruri, Agus, Riyan, dan Triyono, warga sekitar atau setiap hari melewati jalan penuh kubangan itu, mengatakan setiap musim hujan, warga rata-rata ngedumel di dalam hati, karena tidak tahu mengadu ke mana soal infrastruktur di sana.
Mereka mengakui jalan itu sudah belasan tahun dibiarkan tanpa ada upaya dari pihak terkait untuk memperbaikinya, minimal memadatkannya agar pengendara motor tidak sering terjembab di beberapa kubangan.
Agus dan Riyan, pengendara mobil, mengatakan ongkos angkut ke kawasan ini menjadi lebih mahal karena pemilik kendaraan dan pengemudi sering kempes ban dan patah per.
Keduanya mengaku ingin melewati jalan lain, tetapi jika untuk tujuan Srikaton dan Adiluwih, pilihan jalan lainnya berputar-putar lebih jauh.
PIYAN AGUNG
0 comments:
Posting Komentar